Terkini

Janji Diingkari, Warga Dusun Sanan Desa Mojoduwur Desak Tutup Tambang Galian C

29
×

Janji Diingkari, Warga Dusun Sanan Desa Mojoduwur Desak Tutup Tambang Galian C

Sebarkan artikel ini
Galian c

BERITABANGSA.ID, NGANJUK – Ratusan warga Dusun Sanan, Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, mendesak penutupan permanen aktivitas tambang galian C di wilayah mereka.

Penolakan ini disampaikan karena dampak kerusakan lingkungan, infrastruktur, dan gangguan kenyamanan hidup yang dirasakan semakin parah dari hari ke hari, sementara berbagai janji perbaikan dari pihak pengusaha tak kunjung direalisasikan.

Sejak beroperasi beberapa tahun lalu, aktivitas penggalian tanah dan batuan ini membawa dampak buruk yang terasa langsung oleh warga.

Jalan desa yang menjadi akses utama warga kini rusak parah, penuh lubang dan bebatuan tajam akibat dilewati truk pengangkut yang bermuatan berlebih setiap harinya. Saat musim hujan, jalanan menjadi licin, berlumpur, dan sering membuat kendaraan warga tergelincir.

Sebaliknya saat kemarau, debu tebal menyelimuti pemukiman warga, merusak tanaman pertanian, serta menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit pernapasan.

Selain itu, getaran dari alat berat yang beroperasi setiap hari membuat puluhan rumah warga mengalami keretakan pada dinding dan struktur bangunan. Lubang bekas galian yang dibiarkan begitu saja tanpa proses reklamasi juga dinilai sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di sekitar lokasi tersebut.

Warga juga kecewa karena kesepakatan bersama yang pernah dibuat antara pengusaha, pemerintah desa, dan perwakilan warga tak dipenuhi.

Dalam perjanjian yang ditandatangani tahun lalu, pengusaha berjanji akan memperbaiki jalan secara layak, membangun drainase, serta memberikan kontribusi untuk pembangunan lingkungan. Namun hingga kini, janji itu hanya tinggal kata-kata.

Lukman (42), warga Dusun Sanan mengeluhkan, “Setiap hari kami menderita. Jalan rusak parah, debu masuk sampai ke dalam rumah, anak-anak sering sakit batuk dan pilek. Rumah saya saja sudah retak-retak dindingnya karena getaran alat berat. Kami sudah berkali-kali mengadu, tapi jawabannya cuma janji manis yang tak pernah jadi kenyataan. Kami tidak menolak pembangunan, tapi jangan sampai merusak kehidupan kami. Lebih baik tambang ini ditutup saja daripada terus menyengsarakan rakyat,” ungkapnya, kesal, Selasa (28/4/2026).

Lain lagi dengan Sumiati (39), warga Dusun Sanan, “Saya paling khawatir dengan keselamatan anak-anak. Lubang bekas galian itu dalam sekali, airnya menggenang, tapi tidak ada pagar atau tanda peringatan apa pun. Kalau sampai ada yang jatuh, siapa yang bertanggung jawab? Suara bising mesin dan truk juga membuat kami susah tidur, apalagi kalau beroperasi sampai malam. Sudah cukup, kami minta pemerintah segera menindak tegas dan menutup usaha ini,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola tambang belum menjawab konfirmasi terkait tuntutan warga.

Sementara warga mengancam akan menggelar aksi demo besar-besaran jika dalam waktu dekat tidak ada solusi yang memuaskan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60