BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Prestasi internasional kembali ditorehkan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kali ini, tim riset Spektronics sukses mencuri perhatian dalam ajang The 17th Malaysia Chem E-Car Competition 2026 yang digelar di Xiamen University Malaysia, hingga Minggu (26/4/2026).
Mengusung purwarupa mobil bertenaga reaksi kimia bernama Dodit, tim Spektronics ITS berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus.
Mereka meraih posisi 2nd Runner Up untuk kategori Poster serta menempati peringkat kelima dalam kategori Car Performance.
Manager Non-Technical Spektronics ITS Nayla Muli Fathia mengungkapkan, capaian tersebut melampaui target awal tim.
Ia menyebut, proses pengembangan mobil Dodit dilakukan secara intensif selama lima bulan dengan pendekatan berbasis tekanan sistem. “Kami cukup puas karena hasilnya melampaui ekspektasi,” ujarnya.
Dodit merupakan generasi ke-32 dari inovasi Spektronics yang dirancang dengan menitikberatkan keseimbangan antara performa dan ketahanan.
Salah satu keunggulan utama kendaraan ini terletak pada penggunaan high-performance torque gear yang dikembangkan secara khusus untuk menghadapi variasi lintasan.
Struktur kendaraan juga dirancang kokoh guna menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan respons adaptif terhadap perubahan kondisi trek.
Namun, perjalanan menuju podium tidak berlangsung mulus. Nayla mengakui, tim harus menghadapi tantangan teknis berupa perbedaan skema penilaian serta kebutuhan kalibrasi ulang sistem di lokasi kompetisi. Kondisi tersebut menuntut tim untuk bekerja cepat dan presisi.
Sebagai solusi, tim menerapkan standar operasional prosedur yang ketat serta pengambilan keputusan berbasis data.
Strategi ini memungkinkan sistem kendaraan kembali stabil dalam waktu singkat, sehingga performa tetap terjaga saat perlombaan berlangsung.
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu di lingkungan ITS. Selain Nayla, tim diperkuat oleh Rifki Zauhar, Davlin Karnadi, dan Stanley Hendrata dari Departemen Teknik Kimia.
Dukungan juga datang dari Khonuri Salsabilla (Teknik Kimia Industri), Ilham Zain Muttaqin (Teknik Instrumentasi), serta Audy Febi Narendra dari Departemen Desain Produk Industri.
Tim ini berada di bawah bimbingan Dekan Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem ITS, Prof. Juwari. Sinergi antardisiplin tersebut menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga relevan dengan tantangan teknologi global.
Pengembangan mobil Dodit turut mencerminkan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin industri, inovasi, dan infrastruktur.
Teknologi yang diusung mengedepankan efisiensi reaksi kimia sekaligus meminimalkan limbah, sehingga sejalan dengan prinsip konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
“Semoga ITS terus menjadi ruang lahirnya inovasi baru dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Nayla.


















