Terkini

Komunitas Propesor Sorot Arah Kebijakan Pemerintah Lumajang 

4
×

Komunitas Propesor Sorot Arah Kebijakan Pemerintah Lumajang 

Sebarkan artikel ini
Propesor
Sesi diskusi yang dilakukan propesor

BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Komunitas Propesor mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Lumajang. Dalam diskusi internal yang berlangsung hangat, sejumlah tokoh menilai komunitas berbasis grup WhatsApp tersebut memiliki potensi besar untuk ikut mengendalikan arah dukungan kebijakan pemerintah, hingga pembangunan daerah.

Namun, di balik potensi besar itu, para tokoh Propesor juga mengingatkan agar gerakan tersebut tidak justru berubah menjadi beban bagi anggotanya sendiri atau dicap sebagai kelompok provokatif.

Profesor Aries menegaskan keberadaan profesor harus benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan hanya sekadar menjadi ruang diskusi biasa.

“Profesor harus berbuat untuk kemaslahatan masyarakat. Tapi jangan sampai gerakan ini justru membebani Profesor sendiri. Yang penting adalah bagaimana kita bisa memberi manfaat,” ujar Aries kepada peserta, Minggu (19/4/2026) siang tadi.

Menurutnya, Profesor memiliki kekuatan besar di era digital, terutama dalam membangun literasi masyarakat. Salah satu gagasan yang mencuat adalah pemanfaatan sekitar 1.000 e-book yang bisa digunakan sebagai sarana literasi digital bagi masyarakat Lumajang.

“Seribu e-book itu bisa dimanfaatkan sebagai literasi digital. Ini penting karena masyarakat sekarang membutuhkan akses pengetahuan yang lebih luas,” katanya lagi.

Meski begitu, Aries mengingatkan agar profesor tidak dipandang sebelah mata maupun dianggap sebagai kelompok provokasi.

“Jangan sampai profesor dianggap sebelah mata sebagai provokasi, karena kita ini hanya komunitas grup WhatsApp. Tetapi dari grup ini bisa lahir ide-ide besar untuk Lumajang,” tegasnya.

Sementara itu, Subchan menilai bahwa profesor sudah saatnya memiliki legalitas resmi agar peran dan gagasannya bisa lebih kuat dalam mempengaruhi kebijakan daerah.

“Profesor perlu dilegalkan. Hasil-hasil diskusi harus dibuat menjadi rekomendasi kepada pemerintah dan legislatif. Jangan hanya berhenti di obrolan,” papar Subchan.

Ia menilai banyak persoalan di Lumajang yang perlu mendapat perhatian serius dari Profesor, mulai dari ketimpangan pendidikan, seni budaya, persoalan hukum, hingga kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat.

“Profesor harus hadir dengan kritik dan ide yang membangun. Banyak masalah yang bisa kita kawal bersama, seperti pendidikan, seni budaya, hukum, sampai kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Pendapat berbeda disampaikan Lukman Hakim. Ia menilai sebelum Profesor berbicara lebih jauh tentang politik dan pengaruh di Lumajang, komunitas tersebut harus lebih dulu memperbaiki kualitas internalnya.

“Kualitas Profesor harus diperbaiki dulu. Kalau internalnya kuat, pasti akan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Lukman.

Ia berharap Propesor tidak hanya ramai dalam diskusi, tetapi juga mampu melahirkan program nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Hal senada disampaikan Ustad Soheh. Menurutnya, Propesor perlu memastikan organisasi dan anggotanya dalam kondisi sehat dan solid sebelum berbicara lebih jauh soal pengaruh politik.

“Propesor harus sehat dulu. Bentuk pengurus sampai tingkat desa agar lebih kuat dan lebih dekat dengan masyarakat,” kata Ustad Soheh.

Ia optimistis, jika struktur organisasi terbentuk hingga tingkat bawah, Propesor bisa berkembang menjadi perkumpulan yang solid dan memiliki daya pengaruh besar di Lumajang.

“Semoga Propesor menjadi perkumpulan yang solid dan bisa memberi manfaat besar bagi masyarakat,” imbuhnya.

Diskusi tersebut menunjukkan bahwa Propesor bukan lagi sekadar grup percakapan biasa. Di tangan para tokohnya, komunitas ini mulai diarahkan menjadi wadah pemikiran, kritik, dan rekomendasi yang berpotensi mempengaruhi arah kebijakan hingga politik di Kabupaten Lumajang.

Jika berhasil dilegalkan dan mampu menjaga soliditas internal, bukan tidak mungkin Propesor akan menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan di Lumajang, baik dalam bidang sosial, pendidikan, budaya, maupun politik.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60