BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Peluang menembus kampus favorit tak sepenuhnya tertutup bagi peserta yang gagal di Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Universitas Airlangga (UNAIR) menghadirkan jalur Mandiri Prestasi sebagai opsi lanjutan yang menitikberatkan pada kualitas rekam jejak akademik dan capaian prestasi siswa.
Skema seleksi ini dirancang berbeda dari jalur konvensional. Tanpa ujian tulis, proses penilaian sepenuhnya bertumpu pada dokumen rapor serta portofolio prestasi yang diunggah peserta.
Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR, Achmad Solihin, menjelaskan bahwa jalur Mandiri Prestasi menjadi instrumen untuk menangkap potensi siswa yang tidak terakomodasi dalam SNBP akibat keterbatasan kuota.
“Banyak siswa sebenarnya memiliki kapasitas unggul, namun tidak tertampung di SNBP. Jalur ini kami hadirkan sebagai ruang alternatif untuk menjaring potensi tersebut,” ujarnya.
Dalam proses seleksi, peserta diberi kesempatan mengunggah maksimal tiga prestasi terbaik.
Pemilihan jenis prestasi menjadi faktor penting, terutama jika relevan dengan program studi yang dituju.
Kesesuaian tersebut dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap hasil akhir seleksi.
Selain itu, peserta juga dapat melampirkan prestasi terbaru yang belum dimasukkan saat SNBP. Kebijakan ini membuka peluang bagi siswa yang mengalami peningkatan capaian dalam waktu singkat.
Fleksibilitas juga diberikan dalam pemilihan program studi. Peserta diperbolehkan memilih dua jurusan, termasuk opsi yang berbeda dari pilihan sebelumnya saat SNBP.
Menariknya, UNAIR tidak menetapkan batasan level prestasi secara kaku. Baik prestasi tingkat lokal hingga internasional tetap memiliki peluang yang sama selama dinilai relevan dan menunjukkan konsistensi.
“Semua prestasi akan kami nilai secara menyeluruh. Tidak ada batasan tingkat tertentu yang menjadi syarat mutlak,” kata Solihin.
Sebagai bagian dari persyaratan, peserta wajib mengunggah kartu peserta SNBP 2026 sebagai bukti keikutsertaan dalam seleksi nasional tersebut.
Di sisi lain, jalur Mandiri Prestasi UNAIR juga menerapkan kebijakan kuota yang adaptif.
Jumlah mahasiswa yang diterima tidak ditentukan secara tetap, melainkan bergantung pada kualitas pendaftar yang masuk.
Apabila banyak peserta menunjukkan capaian prestasi tinggi, maka peluang penambahan jumlah yang diterima akan terbuka.
Sebaliknya, jika kualitas belum memenuhi standar, seleksi akan berlangsung lebih ketat.
Menurut Solihin, strategi menjadi kunci dalam memanfaatkan jalur ini. Calon mahasiswa dituntut mampu membaca peluang dan menyesuaikan pilihan program studi dengan profil yang dimiliki.
“Analisis diri sangat penting. Jangan hanya mendaftar, tetapi juga harus memahami peluang dan kekuatan yang dimiliki,” tegasnya.
Pendaftaran jalur Mandiri Prestasi UNAIR berlangsung mulai 7 April hingga 3 Juni 2026 pukul 19.00 WIB.
Tahap perbaikan dan verifikasi dokumen dibuka hingga 4 Juni 2026 pukul 17.00 WIB, sedangkan pembayaran biaya seleksi ditutup pada hari yang sama pukul 21.00 WIB.
Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 7 Juni 2026 melalui laman resmi PPMB UNAIR.


















