BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Kota Surabaya kembali bersiap menjadi panggung event olahraga berskala nasional. Kali ini melalui Suroboyo 10K, ajang lari yang diproyeksikan menarik sekitar 3.000 peserta dan digelar pada 7 Juni 2026.
Event ini merupakan bagian dari The Ultimate 10K Series, yang sebelumnya telah lebih dulu berlangsung di Bandung. Kehadiran Surabaya sebagai kota kedua menandai ekspansi seri lomba lari tersebut ke kawasan Jawa Timur.
Atmosfer menuju pelaksanaan mulai dibangun lewat agenda City Touchdown di Kopi Nako Daur Baur, Sabtu (11/4/2036).
Kegiatan ini mempertemukan komunitas lari dengan penyelenggara, sekaligus menjadi ruang sosialisasi konsep lomba.
Mengusung karakter kota metropolitan yang sarat sejarah, rute lomba akan dimulai dan berakhir di Balai Kota Surabaya.
Para pelari akan melintasi jalur strategis seperti Jalan Basuki Rahmat, yang dikenal sebagai salah satu urat nadi aktivitas kota.
Lintasan tersebut dirancang tidak hanya menantang secara teknis, tetapi juga memberikan pengalaman visual melalui lanskap bangunan heritage dan dinamika pusat kota.
Penyelenggara menetapkan cut off time selama dua jam, dengan batas waktu di kilometer 5 selama 50 menit.
Event Partnership and Sponsorship Manager Harian Kompas, Ari Setiawan, menilai Surabaya memiliki nilai historis dan identitas kuat yang relevan dengan semangat event.

“Surabaya punya energi besar sebagai kota perjuangan. Itu yang ingin kami hadirkan dalam pengalaman berlari,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyelenggaraan juga dirancang adaptif terhadap kebutuhan kota. Pengaturan waktu lomba dan rekayasa lalu lintas disiapkan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Tak hanya berorientasi pada kompetisi, Suroboyo 10K juga diarahkan sebagai pengungkit ekonomi. Sekitar seperempat peserta diprediksi berasal dari luar daerah, yang berpotensi meningkatkan sektor perhotelan hingga kuliner.
“Pergerakan peserta dari luar kota tentu memberi dampak ekonomi langsung bagi Surabaya,” tambahnya.
Dari sisi sponsor, Bank BJB menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan berbasis olahraga. Group Head Marketing Bank BJB, Purwana Bagja, menyebut dukungan ini sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan brand di luar Jawa Barat dan Banten.
Menurutnya, olahraga menjadi medium efektif untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendorong pola hidup sehat.
Ke depan, Suroboyo 10K tidak hanya diposisikan sebagai event tahunan, tetapi juga diarahkan menuju standar yang lebih tinggi, termasuk sertifikasi rute dan peningkatan skala peserta.
Langkah tersebut membuka peluang Surabaya masuk dalam peta event lari nasional yang diperhitungkan, sekaligus memperkuat citra kota sebagai destinasi sport tourism yang kompetitif.


















