BERITABANGSA.ID, MADIUN – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur menemukan kejanggalan dalam proyek pembangunan Puskesmas Pilangkenceng senilai Rp4,2 miliar pada Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun tahun anggaran 2024.
Proyek yang dikerjakan kontraktor asal Solo, CV Syanur Mandiri, diduga menyimpang dari ketentuan kontrak, khususnya pada pekerjaan pondasi dan beton.
Dalam laporan tersebut, BPK mengungkap adanya kekurangan volume pekerjaan pondasi. Di lapangan, volume pondasi tercatat hanya 95,7 meter kubik, sedangkan dalam kontrak ditetapkan 127,43 meter kubik. Dengan demikian, terdapat selisih kekurangan sekitar 31,73 meter kubik.
Selain itu, juga ditemukan kekurangan pada pekerjaan betonisasi.
Akibat kekurangan tersebut, nilai pekerjaan pondasi yang tidak terpenuhi mencapai Rp19.966.161. Sementara kekurangan pada pekerjaan betonisasi sebesar Rp40.499.011. Secara keseluruhan, total kekurangan volume pekerjaan dalam proyek ini mencapai Rp60.465.172.
BPK menilai temuan tersebut berpotensi berdampak pada aspek fisik bangunan, keuangan daerah, hingga sosial. Dari sisi fisik, kekurangan volume dapat menurunkan kualitas dan fungsi bangunan serta meningkatkan risiko kerusakan lebih cepat. Dari sisi anggaran, kondisi tersebut berpotensi menambah biaya pemeliharaan dan membebani keuangan daerah.
Selain itu, dampak sosial juga dinilai signifikan karena berpotensi menurunkan kenyamanan dan mengganggu aktivitas pengguna dalam jangka panjang. BPK menyimpulkan, permasalahan ini terjadi akibat lemahnya pengawasan dan pengendalian dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Dalam laporannya, PPK tidak mengawasi jalannya pekerjaan konstruksi secara memadai untuk memastikan kesesuaian kuantitas dan spesifikasi teknis sebagaimana kontrak.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Heri Setyana, saat dikonfirmasi menyatakan temuan tersebut telah ditindaklanjuti.
“Temuan dari BPK sudah ditindaklanjuti,” ujarnya singkat, Sabtu (28/3/2026).
Namun, saat ditanya lebih lanjut terkait kualitas bangunan Puskesmas Pilangkenceng pasca temuan tersebut, ia belum memberikan penjelasan tambahan.


















