Terkini

Lebaran Jadi Ajang Adu Status Ekonomi, Ini Kata Pengamat

15
×

Lebaran Jadi Ajang Adu Status Ekonomi, Ini Kata Pengamat

Sebarkan artikel ini
Lebaran
Rachmadi, pengamat ekonomi (Foto: Nawan, Beritabangsa.id).

BERITABANGSA.ID, MADIUN – Momentum Lebaran yang selama ini identik dengan silaturahmi dan saling memaafkan mengalami pergeseran makna. Fenomena terkini, menunjukkan bahwa momen lebaran sering dijadikan ajang adu capaian ekonomi dan status sosial.

Dalam berbagai pertemuan keluarga, lingkungan pergaulan, simbol-simbol kemapanan seperti pakaian baru, kendaraan, hingga cerita kesuksesan finansial kerap menjadi topik utama. Tak jarang, hal ini menimbulkan tekanan tersendiri bagi sebagian masyarakat yang merasa harus “tampil setara” demi menjaga citra di hadapan orang lain.

Pengamat ekonomi asal Kota Madiun, Rachmadi, menilai fenomena ini sebagai bentuk perubahan perilaku konsumsi yang dipengaruhi oleh faktor sosial.

Menurutnya, Lebaran kini tidak hanya menjadi ruang spiritual dan sosial, tetapi juga arena simbolik untuk menunjukkan keberhasilan ekonomi.

“Secara tidak langsung, ada dorongan untuk menunjukkan capaian ekonomi kepada lingkungan sekitar. Ini dipengaruhi oleh budaya komparatif di masyarakat yang semakin kuat, terutama dengan adanya media sosial,” ujar Rachmadi, Kamis (19/03/2026).

Ia menjelaskan, perilaku tersebut berpotensi mendorong konsumsi berlebihan, bahkan hingga memicu pengeluaran di luar kemampuan. Banyak masyarakat yang rela berutang atau menguras tabungan demi memenuhi ekspektasi sosial saat Lebaran.

“Ini yang perlu diwaspadai. Ketika silaturahmi berubah menjadi ajang pembuktian status, maka esensi Lebaran bisa bergeser. Padahal, nilai utamanya adalah kebersamaan, bukan kompetisi,” tambahnya.

Rachmadi juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk mengembalikan makna Lebaran sebagai momentum mempererat hubungan sosial tanpa tekanan ekonomi. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola pengeluaran dan tidak terjebak dalam budaya pamer.

Fenomena ini harus dijadikan refleksi bahwa perubahan sosial dan ekonomi turut memengaruhi tradisi yang telah mengakar.

Lebaran seharusnya tetap menjadi ruang kehangatan dan kesederhanaan, bukan panggung perbandingan yang justru menjauhkan nilai-nilai kebersamaan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60