BERITABANGSA.ID, JEMBER – Anggota DPR RI, Bambang Haryadi langsung melakukan inspeksi mendadak di SPBU 54.861.11, Jalan Teuku Umar, Tegalbesar Jember, usai mendapatkan kabar bahwa anggota DPRD Jember, David Handoko Seto menangkap basah aktivitas penyelewengan BBM bersubsidi di SPBU itu, Sabtu 14 Maret 2026.
Ia mendorong kepolisian untuk menangkap oknum mafia BBM bersubsidi di Jember.
“Saya pimpinan fraksi Gerindra, saya minta aparat kepolisian untuk jangan takut, mau apa pun dan siapa pun, lawan! Kami ada di belakang. Kami akan laporkan ke Presiden,” ujar Bambang Haryadi dengan nada geram.
Bambang juga terlihat menahan emosi ketika mendapati CCTV hidup namun tidak merekam saat aktivitas pengisian BBM bersubsidi ke truk tersebut.
Dia kemudian membeberkan ciri-ciri SPBU terlibat penyelewengan BBM bersubsidi.
“Ciri-ciri SPBU yang melakukan penyimpangan, pagi diisi, kemudian sore tutup atau ditulisin solar habis. Malam-malam lampu diredupin, masuk kendaraan di situ terjadi pemindahan kan. Saya meminta masyarakat untuk turut serta mengawasi,” kata Bambang.
Baca juga: BPH Migas Temukan Kejanggalan di SPBU Jember, Tempat Mafia Sedot BBM Bersubsidi Secara Ilegal
Untuk diketahui, pada Sabtu 14 Maret 2026 dini hari, David Handoko Seto, anggota DPRD Jember mendapati aktivitas penyelewengan BBM bersubsidi di SPBU 54.861.11 Tegalbesar Jember.
David mengaku melihat langsung pengisian BBM bersubsidi ke sebuah truk yang diduga milik jaringan mafia solar. Truk itu bernomor polisi DK 8464 AS.
David menyebut, saat dia melihat aktivitas itu, lampu di SPBU, mati.
“Kondisinya gelap, saya melihat truk itu mengisi BBM bersubsidi diduga dengan cara ilegal. Karena gelap, akhirnya saya hidupkan lampu mobil saya dan sorotkan ke truk tersebut. Saya naik ke bak truk, ternyata ada 4 tangki / tandon berkapasitas masing-masingnya sekitar 1000 liter, saya lihat meter pengisian sudah menunjukan angka Rp.1juta lebih, dan tandon paling belakang sudah penuh,” ujar David menceritakan kronologi.
Atas dasar itu, David kemudian mengundang Polsek Sumbersari dan Ketua Hiswana setempat untuk datang dan mengecek agar pemeriksaan sesuai prosedur.
“Setelah aparat Polsek Sumbersari datang, juga dari Hiswana datang, kami sepakat agar truk berikut solar diamankan sebagai barang bukti. Situasi berubah, sopir truk tiba-tiba kabur, dan muncul orang lain masuk truk, distarter dan tancap gas meninggalkan SPBU. Saya pun bergegas mengejar truk itu hingga berhasil dihentikan di daerah Ambulu,” pungkasnya.


















