BERITABANGSA.ID, JEMBER – Ketua Badan Pengawas Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas mengaku menemukan kejanggalan setelah pihaknya mengecek stok BBM di SPBU 54.861.11, tempat mafia menyedot BBM bersubsidi secara ilegal.
“Dari pemeriksaan awal, kami menemukan kejanggalan, ada ketidaksesuaian signifikan antara pasokan masuk sebesar 16 kiloliter (KL), namun tercatat penjualan mencapai 22 KL per hari. Semalam juga ditemukan aktivitas yang berpotensi sebagai penyalahgunaan stok BBM,” jelas Wahyudi, Sabtu 14 Maret 2026.
Wahyudi menduga para oknum mafia BBM menyalahgunakan surat rekomendasi yang tidak sesuai peruntukannya.
Surat rekomendasi itu yang benar diperuntukan bagi sektor tertentu seperti perikanan, pertanian, UMKM, serta pelayanan umum.
BPH Migas, pemerintah setempat dan Polres Jember akhirnya menyegel SPBU itu pada Sabtu, 14 Maret 2026, pukul 11.45 WIB.
Selama proses penanganan oleh Aparat Penegak Hukum berjalan, BPH Migas memastikan pasokan BBM di wilayah sekitar tetap terjaga, terutama periode menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Alokasi pasokan dari SPBU yang disegel akan dialihkan ke SPBU terdekat agar masyarakat tetap memperoleh BBM tanpa hambatan.
“Alokasi kuota akan dipindahkan ke SPBU sekitar yang terdekat agar masyarakat dapat membeli BBM subsidi. Masyarakat tidak perlu panik dan tetap dapat membeli BBM subsidi sesuai kebutuhan yang difasilitasi SPBU Sekitar,” ujar Wahyudi.
Ia pun menyerahkan sepenuhnya proses hukum atas temuan tersebut kepada Polres Jember.
“Kami mendukung penuh pengusutan atas temuan ini agar oknum yang bermain dapat ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Selanjutnya kami serahkan ke aparat penegak hukum,” lanjut Wahyudi.
Sementara itu, Wakapolres Jember, Kompol. Ferry Dharmawan memyampaikan, hasil pemeriksaan sementara, ada kejanggalan terhadap CCTV di SPBU tersebut.
“CCTV di SPBU tersebut hidup namun tidak merekam saat truk itu datang dan mengisi BBM bersubsidi diduga tidak sesuai prosedur,” kata Kompol. Ferry.
Ia menegaskan kepolisian akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi karena dapat merugikan masyarakat luas.
“Siapa pun yang berada di balik kegiatan ini tentu akan kami tindak tegas. Jika pembelian ilegal seperti ini dibiarkan, bisa menyebabkan kelangkaan BBM di Jember. Karena itu kami akan bekerja sama dengan Hiswana Migas, Pertamina, dan pengelola SPBU untuk mencegah adanya oknum yang bermain,” tegasnya.


















