Terkini

Kisah Pasutri Tunanetra di Kediri Dapat Pembangunan MCK dari TMMD

33
×

Kisah Pasutri Tunanetra di Kediri Dapat Pembangunan MCK dari TMMD

Sebarkan artikel ini
TMMD

BERITABANGSA.ID, KEDIRI – Sumiran (60) berdiri pelan di samping rumahnya di Dusun Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.

Dengan kedua tangannya, ia meraba perlahan dinding bangunan kecil yang baru selesai dibangun. Jari-jarinya menyusuri permukaan tembok, pintu, hingga bagian kusen yang masih terasa baru.

Ia tidak pernah melihat bangunan itu. Namun ia mencoba membayangkannya melalui sentuhan.

Bagi Sumiran, bangunan kecil tersebut bukan sekadar tambahan di samping rumahnya. Bangunan itu menjadi harapan baru bagi dirinya dan sang istri, Leginah (56).

Fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) itu dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 oleh prajurit dari Kodim 0809/Kediri.

Dunia yang Perlahan Menggelap

Bertahun-tahun lalu, Sumiran masih bisa melihat dunia di sekitarnya. Ia bekerja dan menjalani kehidupan sederhana bersama istrinya di desa yang berada di kawasan perbukitan lereng Gunung Kelud itu.

Namun sekitar 10 tahun terakhir, penglihatannya perlahan menghilang. Dunia yang dulu penuh warna berubah menjadi gelap.

Nasib serupa kemudian dialami oleh sang istri. Sekitar empat tahun lalu, penglihatan Leginah juga mulai memudar hingga akhirnya ia tidak lagi mampu melihat.TMMD

“Penyakit saya ini sudah sekitar 10 tahunan, sedangkan bapak—Sumiran, mungkin sekitar empat tahunan,” kata Leginah.

Sejak saat itu, kehidupan mereka berubah. Keduanya tidak lagi mampu bekerja seperti warga lainnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka bergantung pada bantuan sosial dari pemerintah desa dan kepedulian para tetangga sekitar.

Suara Pembangunan di Samping Rumah

Suatu hari, suasana di sekitar rumah mereka berubah. Beberapa prajurit TNI datang bersama warga desa. Mereka mulai bekerja di sebidang tanah kecil di samping rumah pasangan tersebut. Sumiran hanya bisa mendengar suara aktivitas itu.

Suara cangkul yang menghantam tanah. Ember berisi pasir yang dipindahkan. Adukan semen yang diolah di atas papan. Ia tidak tahu apa yang sedang dibangun.

“Pertama kali mendapatkan bantuan ini saya hanya pasrah saja, wong saya sama ibu—Leginah, saja tidak tahu wujudnya seperti apa,” kata Sumiran.

Hari demi hari berlalu. Pekerjaan itu terus berlangsung.

Baru setelah beberapa waktu kemudian, warga menjelaskan bahwa bangunan yang sedang dibuat itu adalah fasilitas MCK untuk dirinya dan sang istri.

Bangunan yang Tak Pernah Ia Lihat

Kini bangunan itu telah berdiri.

Sumiran mungkin tidak pernah melihat bentuknya. Namun melalui sentuhan tangannya dan sang istri, mereka dapat merasakan keberadaan bangunan itu.

Mulai dari dinding dan pintunya. Ruang kecil yang akan memudahkan aktivitas sehari-hari.

“Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu,” ujar Sumiran.

Ia bahkan tidak mengetahui siapa orang yang pertama kali mengusulkan bantuan tersebut.

“Sampai sekarang kami juga belum tahu siapa sebenarnya yang membantu kami ini,” katanya.

Namun bagi pasangan tersebut, hal itu bukanlah persoalan. Bagi mereka, bantuan itu sudah lebih dari cukup.

Kepedulian yang Hadir di Desa

Program TMMD yang dilaksanakan di Desa Gadungan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa seperti pembukaan jalan tembus, pembangunan sumur bor, maupun perbaikan rumah tidak layak huni.

Program tersebut juga menjangkau warga yang hidup dalam keterbatasan.

Melalui kerja sama antara TNI dan masyarakat, berbagai bantuan diberikan kepada warga agar dapat menjalani kehidupan yang lebih layak.

Bagi Sumiran dan Leginah, bangunan kecil di samping rumah mereka itu mungkin tidak terlihat istimewa bagi orang lain.

Namun bagi pasangan yang hidup dalam kegelapan itu, bangunan tersebut menghadirkan sesuatu yang jauh lebih berarti.

Mereka mungkin tidak lagi dapat melihat dunia. Tetapi dari bangunan yang tak pernah mereka lihat itu, mereka kini bisa merasakan satu hal yang sama sekali tidak gelap.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60