BERITABANGSA.ID, INDRALAYA – Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Ogan Ilir, Dokter Gigi Suryadi didampingi Sekretaris Dinas, Hadi Yuliansyah menegaskan bahwa kesehatan adalah tanggungjawab bersama masyarakat untuk mencegah terjadinya serangan penyakit DBD.
Demikian disampaikan kepada awak media di ruang kerjanya, pasca serangan DBD yang melanda daerah ini Jumat (6/3/2026).
Menurut Suryadi, langkah pencegahan lebih baik dilakukan sebelum terpapar penyakit. Terkait serangan demam berdarah, lingkungan senantiasa harus bersih dan sehat.
Dengan membudayakan hidup bersih baik halaman rumah, selokan, genangan air potensi sarang nyamuk secara rutin, bisa dilakukan melalui kerja bhakti lingkungan.
Menurutnya, peran masyarakat sangat utama. Edukasi pencegahan DBD tidak dapat dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
Langkah-langkah pencegahan perlu terus digencarkan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, maka upaya pencegahan akan lebih efektif.
Salah satu cara mencegah wabah demam berdarah dengue (DBD) yang paling efektif memberantas sarang nyamuk Aedes Aegypti adalah 3 M Plus.
Rinciannya adalah menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat minum burung, atau vas bunga setidaknya seminggu sekali. Gosok dinding wadah untuk membuang telur nyamuk yang menempel.
Kedua menutup rapat tempat penampungan air (drum, toren, kendi) agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur di dalamnya.
Ketiga mendaur ulang/mengubur, memanfaatkan, atau membuang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol plastik, dan batok kelapa.
Sedangkan plus nya adalah, menaburkan Larvasida, atau bubuk abate di tempat penampungan air yang sulit dikuras, kemudian memelihara ikan pemakan jentik nyamuk (cupang, gupi) di kolam atau bak air, dan menghindari gigitan, menggunakan kelambu saat tidur, memakai losion anti nyamuk, dan memasang kawat kasa pada jendela/ventilasi, dan tidak menggantung pakaian di dalam kamar atau memperbaiki saluran air yang tersumbat.
Dengan konsisten menerapkan 3M Plus, siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti dapat diputus, sehingga penyebaran virus DBD dapat dicegah.
“Mari kita seluruh masyarakat Ogan Ilir memerangi DBD dengan cara 3M plus. Para petugas kesehatan dari tingkat desa, hingga kabupaten lebih gencar lagi sosialisasi kepada masyakat tentang 3 M,” ujarnya.


















