BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Festival Ramadan Tompokersan (Fesratom) 2026 yang berlangsung mulai 21 Februari hingga 17 Maret 2026 itu karena dinilai menjadi contoh nyata kolaborasi antara PKK dan masyarakat dalam membangun ekonomi mikro dan memperkuat semangat gotong- royong.
Festival ini diisi berbagai kegiatan dan melibatkan UMKM lokal,. Ada bazar kuliner, produk kreatif, hingga aktivitas sosial bagi takjil dan berbuka. Selain menjadi ruang berkumpul warga, juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi keluarga.
Ketua PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia, menegaskan kegiatan seperti ini patut didukung karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.
“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Festival Ramadan Tompokersan 2026 ini. Kolaborasi antara PKK Tompokersan dengan masyarakat menjadi kekuatan besar untuk membangun pemberdayaan ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM lokal,” ujar Dewi Natalia, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, keterlibatan aktif PKK bersama warga menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Dengan dukungan kreativitas dan semangat kebersamaan, kegiatan ini diyakini mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi keluarga.
“Kegiatan ini bukan hanya festival biasa, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk berkreasi, bangkit, dan meningkatkan kreativitas dalam mengembangkan usaha. Harapannya tentu berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dewi Natalia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum festival yang berlangsung hampir satu bulan ini sebagai ajang memperkuat solidaritas sosial sekaligus mendukung produk-produk lokal.
“Mari kita manfaatkan momentum dari tanggal 21 Februari hingga 17 Maret ini sebagai ajang gotong royong bersama. Semoga kegiatan ini sukses dan membawa manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Sukses selalu untuk Festival Ramadan Tompokersan. Semoga Lumajang semakin berdaya dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkas Dewi.
Fesratom 2026 diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi lokal di bulan suci, sekaligus mempererat hubungan sosial antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan warga dalam membangun Lumajang yang lebih mandiri dan berdaya.


















