BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Keluarga Situs Persada Soekarno Kediri, Raden Mas Kuswartono mengungkapkan narasi sejarah yang penting terkait antara Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau Bung Karno dengan Ploso, Jombang. Yakni, tempat mengaji Soekarno kecil saat tinggal di Ploso, Jombang yang kala itu masuk wilayah Karesidenan Surabaya.
Kuswartono mengatakan, berdasarkan cerita tutur turun temurun di keluarganya, Soekarno kecil mengaji di sebuah Langgar (surau) panggung di Pondok Kedungturi.
Sekian lama, cerita itu tersimpan di memori Kuswartono. Dan pada akhirnya, tempat mengaji Soekarno kecil itupun terungkap. Yakni di Pondok Majmaal Bahrain Shiddiqiyyah Losari, Ploso, Jombang.
“Kami mendapatkan cerita bahwa, Pondok Shiddiqiyyah ini dulunya bernama Pondok Kedungturi,” kata Kuswartono, Minggu (22/2/2026).
“Nah dulu memang di pondok itu, ada sebuah langgar panggung yang dibangun oleh Mbah Syuhada’, seorang pengikut Pangeran Diponegoro,” ungkap Kuswartono.
Meskipun fisik bangunan langgar panggung itu kini telah tiada karena dipugar dengan didirikan sebuah masjid, namun pihak pondok masih menyisakan jejaknya dengan membuat gambarnya.
Pemerhati sejarah di Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif menuturkan, eksistensi Bung Karno di Ploso benar adanya.
Hal itu kata dia, karena ayah Bung Karno, Raden Soekeni Sosrodihardjo mulai berdinas sebagai mantri guru sekolah Ongko Loro di Ploso sejak 28 Desember 1901 hingga kemudian pindah ke Sidoarjo pada 1907.
“Jadi, 28 Desember 1901 Raden Soekeni mulai bertugas di Ploso, sekitar 6 bulan kemudian, pada tanggal 6 Juni 1902, Bung Karno lahir dengan nama Koesno di Ploso, Karesidenan Surabaya yang saat ini masuk Kabupaten Jombang,” beber Cak Arif.
“Kami juga mendengar cerita dari Pengasuh Pondok Shiddiqiyyah, Kiai Muchtar Mu’thi, bahwa ayah Bung Karno saat di Ploso juga memperdalam ilmu agama kepada Kiai Abdul Mu’thi yang tak lain adalah ayah dari Kiai Muchtar Mu’thi” papar Cak Arif.
















