Sejarah

Sejarah Kelahiran Bung Karno di Ploso Dibahas di Kantor PDI-P Jombang

17
×

Sejarah Kelahiran Bung Karno di Ploso Dibahas di Kantor PDI-P Jombang

Sebarkan artikel ini

BERITBANGSA.ID, SURABAYA – Sejarah kelahiran Sang Proklamator, Ir Soekarno atau Bung Karno (BK) di Ploso, Jombang dibahas dalam sarasehan yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Jombang, Senin malam (1/6/2026).

Sejumlah narasumber hadir, semisal Inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat, penelusur sejarah, Moch Faisol, Anggota TACB Kabupaten Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, dan sejarawan yang juga Dosen Unesa Surabaya, Rojil Nugroho Bayu Aji.

Kegiatan juga diikuti oleh Ketua DPC PDI-P Kabupaten Jombang, Sumrambah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, Ketua TACB Kabupaten Jombang, Nasrul ilah atau Cak Nas, dan juga Pembina Persada Soekarno Kediri, RM Kuswartono.

Dalam sarasehan, Gus Binhad Nurrohmat mengulas sejarah Bung Karno yang lahir di Ploso pada tanggal 6 Juni 1902.

Sementara M Faisol mengupas kontroversi penetapan rumah Pandean Gang IV Surabaya sebagai rumah kelahiran Bung Karno, di Blitar, Tulungagung, Lawang Seketeng Surabaya, hingga di Ploso.

Sedangkan Cak Arif mengklasifikasi temuan data dan bukti rekomendasi TACB Kabupaten Jombang di 2024 tentang situs kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang.

Sebagai pembanding, Rojil Nugroho Bayu Aji,, mewakili akademisi Unesa Surabaya memaparkan sejarah kelahiran Bung Karno di Kota Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901.

Diskusi berjalan gayeng. Banyak pertanyaan dan dorongan agar penetapan kelahiran di Surabaya direvisi. Menurut peserta sejarah harus diluruskan.

Di tempat yang sama pengurus DPC PDI-P Kabupaten Jombang, Andika Dwi Fahyono atau Andika Kombun mengatakan, pihaknya bersama TACB Kabupaten Jombang mengambil momentum tanggal 1 Juni 2026 yang bertepatan dengan hari lahir Pancasila untuk membedah sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso.

“Yang kedua, ini menjadi agenda diskusi rutin bulanan. Yang ketiga adalah sebagai peringatan Bulan Bung Karno,” ujarnya.

Menurutnya, diskusi pada sarasehan cukup menarik dengan adanya pihak pembanding yakni, Dosen Unesa Surabaya, Rojil Nugroho Bayu Aji yang membeberkan bukti-bukti bahwa Soekarno lahir di Surabaya.

Begitu pula dengan pemaparan TACB Jombang yang menyuguhkan banyak sekali data-data bahwa Bung Karno lahir di Ploso, Jombang, termasuk adanya pengasuh Bung Karno dan tempat penanaman ari-ari Soekarno di Ploso.

“Harapan besarnya, tidak hanya melihat pada kontekstual kontroversial yang di’up’, tapi pemikiran Bung Karno terkait Marhaenisme, Tri Sakti, implementasinya bagaimana, sebetulnya itu yang kami ingin coba gali kembali,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TACB Kabupaten Jombang, Nasrul ilah mengatakan, apa yang dilakukan DPC PDI-P Kabupaten Jombang dengan memfasilitasi bedah sejarah kelahiran Bung Karno merupakan bentuk ‘support’ yang bagus menuju penetapan situs kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang sebagai cagar budaya.

“Ketika kita sudah masuk ke DPRD kemarin, itu memang sudah mulai mereka muncul. Kemudian respon awal justru dari PDI-P,” kata Cak Nas.

Lebih lanjut Cak Nas menyampaikan, pihaknya menyambut baik dukungan dari partai politik manapun yang berkontribusi positif menuju penetapan situs kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang sebagai cagar budaya.(red)

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60