BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Hujan yang mengguyur Kota Santri tak menyurutkan langkah ratusan warga untuk hadir dalam sarasehan yang digelar Wiwin Sumrambah, Sabtu (21/2/2026) malam, di aula Hotel Fatma Kabupaten Jombang, kegiatan bertajuk “Membangun Karakter Demokratis Melalui Pendidikan Berbasis Pancasila.”
Tampak diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan seputar polarisasi politik, pendidikan karakter di sekolah, hingga tantangan generasi muda dalam menjaga nilai kebangsaan di tengah era digital.
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur ini menegaskan, pendidikan politik berbasis Pancasila menjadi fondasi penting untuk menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika media sosial, masyarakat dituntut lebih bijak dalam menyikapi perbedaan dan kritik.
“Sebagai wakil rakyat, tentu kami punya tanggung jawab moral untuk mengajak masyarakat berpolitik secara demokratis dan beretika. Demokrasi tanpa nilai Pancasila bisa kehilangan arah,” ujar Wiwin di hadapan peserta sarasehan.
Dalam diskusi ini, Wiwin menyinggung fenomena kebebasan berekspresi di media sosial yang kian masif. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah sebagai bagian dari demokrasi, namun harus tetap dibingkai dengan etika dan nilai kebangsaan.
“Sekarang siapa pun bisa menyampaikan pendapat, mulai influencer hingga masyarakat biasa. Itu sisi positif demokrasi. Tapi jangan sampai kebebasan itu lepas dari nilai-nilai Pancasila,” tegas legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Ia menambahkan, pendidikan Pancasila bukan sekadar teori di bangku sekolah, melainkan harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam perbedaan pilihan politik.
Wiwin juga menegaskan, kegiatan sosialisasi seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dalam menyebarluaskan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.
“Pancasila harus menjadi dasar mutlak dalam pendidikan politik kita. Kalau karakter demokratis ini kuat, maka kualitas kepemimpinan yang lahir ke depan juga akan semakin baik,” tandasnya.
Sarasehan itu juga menghadirkan dua narasumber yang tak asing di Jombang, yakni Sumrambah, mantan Wakil Bupati Jombang, serta Donny Anggun, Wakil Ketua I DPRD Jombang.
Sumrambah nengatakan pentingnya memaknai Pancasila sebagai roh dalam setiap aktivitas politik. Ia menyebut, demokrasi Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda dengan negara lain karena berlandaskan nilai gotong royong dan musyawarah.
“Kita ini negara besar dengan keberagaman luar biasa. Kalau tidak kembali ke Pancasila, demokrasi bisa mudah terpecah oleh kepentingan sesaat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan politik harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan lingkungan sekitar.
“Karakter demokratis tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan. Maka kita semua harus memahami bettul situasi saat ini dan jadikan evaluasi apa yang sudah kita lalui,” tegas Sumrambah dalam sambutannya.
Sementara itu, Donny Anggun mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi, mulai dari menggunakan hak pilih hingga terlibat dalam diskusi publik yang konstruktif.
“Demokrasi bukan hanya soal Pemilu lima tahunan. Demokrasi itu bagaimana kita menghargai perbedaan, menyampaikan aspirasi dengan santun, dan bersama-sama mengawal kebijakan publik. Dan kita harus benar-benar memilih pemimpin sesuai dari hati, akal dan pikiran kita, bukan sekadar tampak di mata,” pungkasnya.


















