BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Komisi B DPRD Jombang mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) terus melakukan inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Hal itu disampaikan saat Komisi B melakukan kunjungan kerja ke Surakarta. Sekretaris Komisi B DPRD Jombang Mulyani Puspita Dewi mengatakan BUMD memiliki dua tanggung jawab utama.
Selain memberikan pelayanan yang mudah dan berkualitas kepada masyarakat, BUMD juga dituntut memberikan kontribusi optimal terhadap PAD.
“Kami ingin BUMD yang ada di Jombang ini terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan dan tentunya berkontribusi penuh terhadap PAD,” kata Dewi kepada awak media.
Menurut Dewi, kontribusi BUMD terhadap PAD Jombang memang menunjukkan tren peningkatan. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih belum signifikan sehingga dibutuhkan berbagai terobosan baru yang disesuaikan dengan karakteristik dan bidang usaha masing-masing BUMD.
Dia menilai penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Seluruh unsur dalam BUMD harus mampu menjalankan prinsip tata kelola yang baik agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif dan profesional,” ujarnya.
Salah satu BUMD yang menjadi perhatian Komisi B adalah PT BPR Bank Jombang Perseroda. Dewi mendorong bank milik Pemkab Jombang tersebut terus mengembangkan layanan berbasis digital untuk mempermudah akses masyarakat.
Menurutnya, digitalisasi layanan dapat diterapkan mulai dari proses pendaftaran hingga berbagai layanan perbankan lainnya.
“Seperti PT BPR Bank Jombang Perseroda, bagaimana melakukan inovasi untuk mempermudah pelayanan masyarakat. Misalnya pendaftaran secara online dan layanan lainnya,” jelasnya.
Selain sektor perbankan, Komisi B DPRD Jombang turut menyoroti pengembangan Perumda Aneka Usaha Seger. Dewi menilai penguatan fasilitas pendukung, termasuk fasilitas kesehatan, perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dia juga mendorong sinergi antara Perumda Aneka Usaha Seger dengan fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, agar semakin diperkuat. Salah satunya melalui optimalisasi pemenuhan kebutuhan obat melalui BUMD dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.
Dewi menegaskan dukungan Pemkab Jombang diperlukan agar pengembangan BUMD bisa berjalan maksimal. Menurutnya, inovasi yang dilakukan BUMD harus tetap sesuai aturan sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Perumda Aneka Usaha Seger juga harus dilengkapi fasilitas kesehatannya. Kemudian puskesmas harus bisa mengambil kebutuhan obatnya. Tentu kami sangat mendukung BUMD memberikan inovasi terbaik sesuai aturan yang ada,” pungkasnya.















