BERITANGSA.ID, SURABAYA – Komitmen terhadap kesehatan karyawan tak hanya berhenti pada slogan keselamatan kerja. Dalam momentum Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional sekaligus peringatan Hari Kanker Sedunia, PT Teknindo Geosistem Unggul menggelar seminar kesehatan bertajuk Kenali Kanker Sejak Dini: Bersama Cegah Kanker di Tempat Kerja.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang RFH (Bekisar), Wisma SIER, Surabaya, Rabu (11/2/2026), itu menghadirkan dokter Arga Patrianagara sebagai narasumber.
Seminar ini menjadi penutup rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional yang berlangsung sejak 12 Januari hingga 12 Februari 2026.
Manajer Sisman & QHSE PT Teknindo Geosistem Unggul, Fery Firman Santoso, menegaskan kegiatan itu merupakan bentuk keseriusan perusahaan dalam membangun budaya kerja yang sehat dan berkelanjutan.
Ia menyampaikan, dukungan penuh manajemen menjadi faktor penting terselenggaranya seminar ini.
Menurutnya, tema kanker dipilih karena relevan dengan peringatan Hari Kanker se Dunia yang jatuh pada 4 Februari lalu, sekaligus sebagai pengingat bahwa ancaman penyakit ini nyata dan bisa menyerang siapa saja.
“Kanker bukan hanya isu bagi kelompok tertentu. Semua orang berisiko. Masalahnya, banyak kasus baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium akhir,” ujarnya.
Karena itu, peningkatan awareness menjadi kata kunci. Fery menilai, pekerja perlu memahami apa itu kanker, bagaimana mengenali gejalanya, serta langkah pencegahan dan pengobatan yang bisa dilakukan sejak dini.

Dalam paparannya, Arga Patrianagara mengungkapkan berdasarkan data yang ia sampaikan, terdapat 400 ribu kasus baru kanker setiap tahun di Indonesia.
Angka tersebut menempatkan kanker sebagai penyebab kematian peringkat ketiga secara nasional.
Ia menyoroti kebiasaan merokok sebagai salah satu faktor risiko terbesar. Menurutnya, kelompok perokok masih mendominasi kasus-kasus kanker tertentu.
“Bijaklah dalam merokok. Kurangi perlahan hingga berhenti sama sekali. Itu langkah nyata yang bisa menyelamatkan masa depan,” tegasnya.
Selain perubahan gaya hidup, deteksi dini melalui skrining rutin menjadi langkah krusial. Arga menekankan bahwa skrining tidak hanya berlaku bagi karyawan perusahaan, melainkan untuk setiap individu tanpa terkecuali.
Terlebih bagi pekerja yang berisiko tinggi terpapar zat karsinogen atau bahan kimia pemicu kanker di lingkungan kerja.
Ia menganjurkan skrining dilakukan minimal setahun sekali untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terpantau.
“Skrining setidaknya dilakukan setahun sekali untuk mengetahui apakah kita terdampak kanker atau tidak,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan, termasuk penggunaan alat pelindung diri sesuai standar operasional prosedur.
Mengabaikan aspek safety sama saja membuka celah risiko jangka panjang terhadap kesehatan.
Tak kalah penting, pekerja diminta tidak memforsir tenaga hingga imunitas tubuh menurun. Menurutnya, produktivitas tidak boleh dibayar dengan kesehatan.
“Sehat itu mahal. Bekerja memang penting, tetapi menjaga kesehatan jauh lebih penting,” ujarnya.
Melalui seminar ini, PT Teknindo Geosistem Unggul menunjukkan bahwa perhatian terhadap karyawan tidak hanya menyentuh aspek produktivitas, tetapi juga perlindungan kesehatan jangka panjang.
Edukasi, pencegahan, dan deteksi dini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun budaya K3 yang substansial, bukan sekadar formalitas tahunan.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa perusahaan yang berdaya saing adalah perusahaan yang menempatkan keselamatan dan kesehatan karyawan sebagai investasi utama. Sebab, sumber daya manusia yang sehat adalah fondasi keberlanjutan bisnis.


















