BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meresmikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (8/2/2026). Hal ini bentuk pemerintah kabupaten bersinergi dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Program yang merupakan atensi langsung dari Presiden RI ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui wadah Koperasi Merah Putih.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Koperasi RI Fardia Farichah, Dirut LPDB Christianto, Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua DPRD Abdulloh Umar, serta jajaran Forkopimda lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dwi Wijayanto, memaparkan progres pembangunan fisik yang sedang berjalan. TNI berperan aktif dalam memastikan infrastruktur ini rampung sesuai target.
“Total yang kita kerjakan ada 368 titik. Hingga hari ini, sudah ada 15 titik yang mencapai progres 100 persen,” jelas Letkol Inf Dwi Wijayanto.
Lanjutnya, dia juga menambahkan bahwa setiap titik yang selesai nantinya akan diresmikan secara bertahap untuk memastikan kesiapannya melayani masyarakat.
Saat disingung terkait aturan dan Legalitas Lahan Sawah Dilindungi (LSD), Letkol Inf Dwi Wijayanto, juga menekankan pentingnya aturan tata ruang, khususnya mengenai Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Dandim asli Bojonegoro ini, mengatakan agar proyek strategis ini tidak terbentur kendala hukum.
“Pembangunan sejak 5 Januari sudah tidak diperbolehkan lagi menggunakan lahan LSD. Untuk bangunan yang sudah berdiri sebelumnya, perizinannya sudah diurus semua. Namun, untuk titik yang belum terbangun, kami pastikan tidak menggunakan tanah LSD,” tegas Dandim 0813 Bojonegoro.
Dia berharap dengan KDPM dapat peningkatan ekonomi terhadap masyarakat khususnya melalui Koperasi Merah Putih. Karena ini merupakan pemerintah dari Presiden untuk meningkatkan ekonomi dari tingkat bawah.
Senada dengan Dandim, Wakil Bupati Nurul Azizah mengingatkan keberhasilan program ini memerlukan dukungan kolektif dari seluruh lapisan stakeholder di Bojonegoro.
“Ini namanya program Presiden, semuanya harus membantu dan harapannya KDMP menjadi solusi nyata dalam menekan inflasi dan mempermudah akses pangan murah bagi warga,Melalui Koperasi Merah Putih.Kehadiran KDMP diharapkan menjadi babak baru bagi kesejahteraan warga desa,” tuturnya.
Dia menambahkan jika yang sudah terbangun 100 persen itu ada 9 lokasi, dan proses finishing nanti 15, kalau mengenai jumlah ada kurang lebih 300.
“Di Kabupaten Bojonegoro sudah ada 9 lokasi yang sudah siap beroperasi dan diharapkan akan terus bertambah,” tutup Nurul Azizah.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















