Plt Kakanwil meminta para operator haji di daerah untuk segera melakukan pemilahan jamaah cadangan yang siap berangkat, tanpa menunggu hingga akhir masa pelunasan.
Jamaah juga didorong untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas masing-masing sebagai bagian dari pemenuhan syarat istitha’ah.
Hingga Jumat (19/12/2025), tercatat sebanyak 31.171 jamaah telah dinyatakan istitha’ah, sementara 11.250 jamaah belum memenuhi kriteria tersebut.
Dari jumlah itu, sekitar 271 jamaah diketahui belum sama sekali menjalani pemeriksaan kesehatan.
Ia menegaskan agar tidak ada pemaksaan terhadap jamaah. Proses harus dijalankan sesuai ketentuan, dengan prioritas utama pada keselamatan dan kesiapan kesehatan jamaah.
Sementara itu, jumlah jamaah yang telah melunasi biaya haji tercatat sebanyak 27.799 orang atau sekitar 66 persen.
Kanwil Kemenhaj Jawa Timur menargetkan capaian pelunasan dapat mencapai 75 persen, dengan mendorong peran aktif Kepala Kantor Kemenhaj kabupaten/kota dalam memberikan pendampingan dan penguatan kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di wilayah masing-masing.
Dalam rapat koordinasi tersebut juga ditetapkan urutan kloter berdasarkan wilayah kerja (wilker) se-Jawa Timur. Wilker Malang meliputi Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang.
Wilker Madiun mencakup Kabupaten Ponorogo, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Ngawi. Wilker Bojonegoro meliputi Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Lamongan.
Selanjutnya, Wilker Surabaya meliputi Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Mojokerto, dan Kota Mojokerto.
Wilker Madura mencakup Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Wilker Jember meliputi Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Lumajang.
Sementara Wilker Kediri mencakup Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Kota Blitar, Blitar, Kota Kediri, Kediri, dan Nganjuk.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi, Wilayah Kerja Malang ditetapkan sebagai wilayah dengan urutan awal pemberangkatan kloter haji Jawa Timur pada musim haji 1447 H/2026 M. Kabupaten Probolinggo ditetapkan sebagai kloter pertama yang akan diberangkatkan.
Kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dan diberangkatkan menuju tanah suci pada 22 April 2026.
Penetapan ini menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah dalam mematangkan kesiapan jamaah, kelengkapan dokumen, serta aspek kesehatan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















