Pendidikan

Dorong Penguatan UMKM Surabaya, Mahasiswa ITS Gelar Pelatihan 5R dan QRIS

63
×

Dorong Penguatan UMKM Surabaya, Mahasiswa ITS Gelar Pelatihan 5R dan QRIS

Sebarkan artikel ini
ITS
Momen foto bersama usai acara.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dari Laboratorium Manufacturing System melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Gebang Putih, Surabaya, pada Minggu pagi (30/11/2025).

Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari empat RW setempat.

Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat tersebut, peserta mendapatkan dua materi utama, yakni penerapan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) untuk meningkatkan produktivitas, serta pelatihan literasi keuangan digital melalui pemanfaatan QRIS sebagai sistem pembayaran nontunai.

Dosen ITS dari Laboratorium Manufacturing System, Dr. Putu Dana Karningsih, menjelaskan, kegiatan pengabdian masyarakat merupakan program rutin yang dilakukan setiap semester.

,Program ini ditujukan untuk mendampingi dan memperkuat kapasitas UMKM, terutama yang berada di sekitar ITS maupun wilayah Jawa Timur.

“Kami memilih Kelurahan Gebang Putih karena lokasinya yang dekat dengan ITS. Sebagai perguruan tinggi, kami memiliki kewajiban memastikan masyarakat sekitar turut berkembang dan memiliki keterampilan yang relevan. Harapannya, UMKM dapat lebih sejahtera lewat peningkatan operasional dan penguatan kemampuan,” ujarnya.

Dosen ITS dari Laboratorium Manufacturing System, Dr. Putu Dana Karningsih, saat wwancara.

Menurut Putu Dana, digitalisasi menjadi fokus utama pendampingan. Penggunaan QRIS misalnya, mendorong pencatatan transaksi yang lebih akurat, aman, dan efisien bagi pelaku usaha.

Selain itu, UMKM dilatih menerapkan konsep 5R yang sederhana tetapi berdampak langsung pada kualitas produk, khususnya pada UMKM kuliner yang sangat ditentukan oleh kebersihan dan kerapian.

“Ketika UMKM menerapkan 5R, konsumen akan lebih yakin, terutama untuk produk makanan dan minuman. Kerapian dan kebersihan menciptakan rasa aman sehingga konsumen lebih percaya untuk membeli,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat telah disiapkan selama tiga bulan dan akan terus berlanjut setiap semester dengan topik berbeda, seperti kualitas produk dan isu halal.

Lurah Gebang Putih, Indriyani Setiawati, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini penting untuk mempersiapkan UMKM menghadapi perkembangan digital yang semakin cepat.

Farras Faishal (kanan) dan Fadhel da Murra saat wawancara,

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari ITS. Pelatihan ini menambah wawasan UMKM kami, terutama karena banyak pelaku usaha di sini adalah ibu rumah tangga yang mencoba membantu perekonomian keluarga. Masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan, baik administrasi maupun operasional. Pelatihan seperti ini sangat membantu,” ungkapnya.

Salah satu pemateri, Farras Faishal, mahasiswa Teknik Industri ITS, menjelaskan, materi 5R diambil dari filosofi Toyota Production System dan disesuaikan dengan konteks masyarakat. Penyusunan materi dilakukan berdasarkan survei terhadap konsumen yang berbelanja di UMKM Gebang Putih.

“Kami memetakan data dari survei untuk mengetahui masalah utama UMKM. Kebersihan menjadi faktor penentu minat beli konsumen. Karena itu, 5R kami dorong menjadi langkah awal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini menggunakan pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Act), sehingga akan ada evaluasi lanjutan untuk memastikan konsep yang diajarkan benar-benar diterapkan.

Mahasiswa Mahasiswa Teknik Sistem industri ITS, Fadhel da Murra, menambahkan bahwa survei lapangan yang dilakukan sebelumnya mencakup tiga jenis usaha, yaitu kuliner, toko kelontong, dan jasa layanan seperti bengkel.

Hasil survei menunjukkan bahwa kerapian dan kebersihan menjadi variabel yang sangat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Selama kegiatan, para pelaku UMKM tampak antusias mengikuti seluruh sesi, baik mengenai implementasi 5R maupun penggunaan QRIS dalam transaksi.

Banyak peserta yang mengaku mendapat pemahaman baru mengenai cara memperbaiki tata kelola usaha dan strategi menarik konsumen.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60