BERITABANGSA.ID, LUMAJANG — Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan tidak ada toleransi bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar asusila.
“Saya sudah berulang kali mengingatkan agar menjaga moral, dan menjauhi perkara asusila. ASN harus menjaga kehormatan diri dan institusinya. Saya akan tindak tegas, siapapun dia,” tegas Bunda Indah.
Menurut Bunda Indah, ASN adalah pelayan masyarakat yang harus menjadi contoh dalam perilaku dan etika.
Pelanggaran moral, kata dia, bukan hanya mencoreng nama pribadi, tetapi juga merusak citra pemerintahan yang tengah berupaya membangun kepercayaan publik.
Pemerintah daerah saat ini tengah memperkuat sistem pengawasan internal dan memberi edukasi moral dan etika kepada seluruh ASN. Langkah ini diharapkan mampu menekan munculnya kasus serupa di masa depan.
Masyarakat Lumajang pun mengharap pernyataan bupati tidak sekadar imbauan, namun diikuti tindakan nyata yang adil.
Jika ASN salah harus diproses. Jangan ada kesan dilindungi. Banyak kasus terjadi namun sanksi tidak kunjung ada.
Sebelumnya, nama Kabupaten Lumajang kembali tercoreng oleh ulah oknum ASN terlibat kasus perselingkuhan dan ada bukti video syur-nya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Lumajang Nugraha Yudha Mudiarto.
Nugraha Yudha dicopot dari jabatannya karena memiliki hubungan gelap dengan pegawai honorer. Usai diproses pemeriksaan di Inspektorat Lumajang, dia dicopot, berdasar rekomendasi BKN (Badan Kepegawaian Nasional).
Yudha sebagai kepala dinas melanggar etika berat berupa dugaan hubungan gelap dengan oknum pegawai honorer Pemkab Lumajang dan ada bukti otentik berupa video adegan tak senonoh keduanya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















