BERITABANGSA.ID, MOJOKERTO – Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar media gathering sebagai langkah memperkuat sinergi dengan insan pers dalam mendukung publikasi program strategis pemerintah, terutama terkait percepatan penurunan stunting dan penguatan kualitas keluarga. Kegiatan yang berlangsung Kamis (27/11/2025) ini diikuti puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, dan digital.
PLH Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen media yang selama ini aktif mengawal berbagai program keluarga dan kependudukan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan media bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya bersama memastikan informasi publik tersampaikan secara tepat dan luas.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan akan ada banyak program yang membutuhkan dukungan media untuk publikasinya, sehingga masyarakat dapat memahami pentingnya mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.
Sukamto juga memaparkan bahwa sejak akhir 2025 terjadi perubahan struktur kelembagaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menjadi Kementerian Kependudukan dan Komponen Keluarga.
Transformasi ini memperluas ruang lingkup kerja lembaga, tidak hanya mengurusi isu kependudukan dan KB, tetapi juga pengembangan kualitas keluarga secara lebih menyeluruh.
Perubahan status tersebut diikuti dengan penyesuaian kebijakan nasional, salah satunya penerapan program Quick Win yang menjadi prioritas dan wajib diimplementasikan seluruh perwakilan daerah. BKKBN Jatim menegaskan kesiapannya menjalankan berbagai program Quick Win, mulai dari GATI, GENTING, TAMASYA, SIDAYA, hingga aplikasi super (AI Super apps Tentang Kelurga).
Program-program itu dirancang untuk meningkatkan efektivitas layanan keluarga sekaligus mengakselerasi upaya pencegahan stunting agar lebih tepat sasaran.

Edukasi publik juga diperkuat melalui kampanye yang konsisten dan pendampingan langsung ke masyarakat.
“Stunting lebih baik dicegah daripada diobati. Maka kami memperkuat edukasi dan pendampingan agar masyarakat memahami bahaya stunting serta cara mencegahnya,” lanjutnya.
Salah satu strategi yang kini diperkuat adalah optimalisasi peran Tim Pendamping Keluarga (TPK). TPK menjadi ujung tombak pendampingan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga dengan baduta non-PAUD.
Mulai 2025, intensitas pendampingan tersebut ditingkatkan secara bertahap hingga 2026 dan seterusnya untuk memastikan target nasional dapat tercapai.
Melalui media gathering ini, BKKBN Jatim berharap insan pers memperoleh gambaran utuh mengenai arah kebijakan lembaga, perubahan struktur kelembagaan, serta program-program terbaru yang sedang dijalankan.
Dengan demikian, informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat lebih masif, edukatif, dan tepat sasaran.
“Harapannya, masyarakat memahami dan mau mengikuti program yang dilaksanakan pemerintah. Media adalah mitra penting untuk mencapai tujuan tersebut,” tutup Sukamto.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















