Pendidikan

4C’S On The Stage 2025 SMP Khadijah Surabaya Tampilkan Inovasi Pelajar Lewat Proyek Berbasis Riset

43
×

4C’S On The Stage 2025 SMP Khadijah Surabaya Tampilkan Inovasi Pelajar Lewat Proyek Berbasis Riset

Sebarkan artikel ini
SMP Khadijah
Foto bersama usai acara pembukaan 4C'S On The Stage yang dibuka oleh Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya, A. Sya'roni.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Aula Yayasan Khadijah Surabaya kembali menjadi saksi lahirnya berbagai ide inovatif karya pelajar dalam ajang 4C’S On The Stage 2025, Rabu (19/11/2025).

Aktivitas berbasis proyek yang menjadi ciri khas acara ini menampilkan beragam inovasi siswa, mulai dari teknologi, lingkungan, hingga proyek terkait obat-obatan dan makanan.

Kegiatan tahun ini juga menghadirkan mahasiswa Ichiro ITS Robotics Team dan tiga panelis dari ITS, PENS, dan Badan POM.

Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya, A Sya’roni, menilai kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran yang memiliki dampak langsung terhadap kemampuan riset dan literasi pelajar.

“Menurut saya, ini merupakan upaya peningkatan kualitas literasi anak-anak. Tidak hanya literasi, tetapi juga penelitian, lingkungan, kesehatan, dan teknologi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi SMP Khadijah dengan ITS, Badan POM, dan Dinas Lingkungan Hidup memperkuat pembinaan generasi pelajar Surabaya.

“Semua kegiatan positif seperti ini menguatkan pelajar dan anak-anak hebat Kota Surabaya,” tambahnya.

Sya’roni juga menyampaikan harapannya agar ajang ini berkontribusi pada persiapan bonus demografi Indonesia.

“Kita berharap 2045 nanti, Jawa Timur menjadi support untuk sumber daya manusia yang berkualitas terutama anak-anak hebat dari Khadijah Surabaya.”

Dengan nuansa khas Surabaya, ia menutup apresiasinya dengan berkata, “Suroboyo gak onok 4C’S On The Stage SMP Khadijah Surabaya, gak asyik rek.”

Kepala SMP Khadijah Surabaya, Umi Mumtafi’ah, menjelaskan bahwa 4C’S On The Stage merupakan bagian dari pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang menekankan tiga pilar yaitu, berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

“Proyek yang sudah dihasilkan anak-anak ini bisa menjadi solusi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, proyek diuji oleh para ahli dari ITS, PENS, Dinas Lingkungan Hidup, dan Badan POM untuk melihat bagaimana ide-ide itu dapat dimanfaatkan,” terangnya.

Ia juga menegaskan adanya pembaruan penting pada pelaksanaan tahun ini. “Perbedaannya dengan tahun lalu, kali ini ada tindak lanjutnya. Jadi ada refleksi dari masukan panelis, dan itu menjadi penyempurnaan proyek yang sudah dihasilkan anak-anak,” ujarnya.

Kepala SMP Khadijah Surabaya, Umi Mumtafi’ah, saat wawancara.

Tahun ini, terdapat 20 kelompok yang menampilkan karya. Sebanyak 13 proyek berbasis teknologi, 3 berbasis obat-obatan, 1 berbasis kosmetik dan obat, 3 berbasis lingkungan, dan 1 berbasis teknologi pangan.

Keberagaman tema tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak hanya aktif berkarya, tetapi juga peka terhadap isu-isu aktual di sekitar mereka.

Umi berharap kegiatan ini mampu membentuk dimensi kompetensi abad 21 melalui empat pilar 4C: Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity.

“Mereka bukan hanya cerdas, tapi juga kreatif dan mampu mengharumkan nama Indonesia, Yayasan Khadijah, serta membanggakan orang tuanya,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengalaman belajar yang terus diingat dan diinternalisasikan oleh para siswa.

“Apa yang dilakukan harus dievaluasi kemudian ditindaklanjuti. Pengalaman belajar seperti ini akan dikenang sampai nanti mereka lulus dari Khadijah.”

Pentingnya Ajang Ini bagi Siswa

Kegiatan 4C’S On The Stage memiliki nilai strategis bagi penguatan kapasitas siswa dalam memahami proses riset, berpikir kritis, dan inovasi.

Melalui pembelajaran berbasis proyek, siswa didorong untuk membaca fenomena, memformulasikan masalah, dan mempresentasikan solusi konkret.

Pelibatan institusi profesional seperti ITS, PENS, dan Badan POM memberikan pengalaman otentik tentang standar ilmiah dan etika akademik.

Selain itu, kegiatan ini memperkuat kepercayaan diri pelajar serta menanamkan budaya reflektif, yaitu kemampuan mengevaluasi diri dan memperbaiki kualitas karya.

Kompetensi ini menjadi syarat utama agar generasi muda dapat bersaing dalam lanskap masa depan yang semakin kompleks.

Bagi sekolah dan dunia pendidikan, 4C’S On The Stage adalah wujud nyata bahwa pembelajaran tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi hidup dalam eksperimen, kreativitas, kolaborasi, dan keberanian intelektual.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60