Ekonomi dan Bisnis

Teh dan Sirup Mawar Buatan Warga Desa Karangpring Siap Bersaing di Pasar Nasional

22
×

Teh dan Sirup Mawar Buatan Warga Desa Karangpring Siap Bersaing di Pasar Nasional

Sebarkan artikel ini
Teh dan sirup mawar buatan para ibu rumah tangga di Desa Karangpring Jember.

BERITABANGSA.ID, JEMBER – Teh dan sirup dari bunga mawar berjenama ‘Nawasena’ kini siap bersaing di pasar nasional.

Kedua produk tersebut diproduksi Kelompok Wanita Tani (KWT) yang beranggotakan para ibu rumah tangga, warga Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

Ketua KWT, Yuliati Widi Astuti mengaku, pihaknya dibantu para dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) dalam mengembangkan produk ini.

“Semula teh mawar ini dijual dalam bentuk curah, kemudian berkat pendampingan dari dosen Polije, teh mawar Nawasena kini tampil dengan kemasan lebih menarik, kelopak bunga mawar yang sudah dikeringkan ini dibungkus dalam kantong celup,” ujar Yuli kepada Beritabangsa, Jumat 7 November 2025.

Pun demikian, sirup mawar Nawasena kini dikemas dengan botol kaca modern, yang dibalut lagi dengan kemasan luar yang eksklusif, membuatnya terlihat semakin berkelas.

Yuli pun mengaku tak canggung lagi dalam bersaing di pasar nasional.

“Kami akan intensifkan penjualan melalui lokapasar daring, di samping itu desa tempat kami tinggal, Desa Karangpring ini memang produsen bunga mawar, ada 40 hektar lahan tanaman bunga mawar di sini, kami terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai pihak, kami yakin produk ini bisa bersaing dengan baik di pasar nasional,” tegasnya.

Dosen Polije saat mendampingi anggota KWT dalam mengembangkan produk olahan bunga mawar.

Sementara itu, dosen jurusan Teknologi Informasi (TI) Polije, Elly Antika mengaku bahwa ia dan beberapa dosen lainnya, di antaranya Hariyono Rakhmat, Ery Setiyawan Jullev A., Nanik Anita Mukhlisoh dari jurusan TI, dan Enik Rukiati, Suyik Binarkaheni dari jurusan Bahasa Komunikasi dan Pariwisata, telah mendampingi KWT dalam mengembangkan produk olahan bunga mawar, yakni teh dan sirup Nawasena.

Setelah melakukan survei, Elly mengaku perlu melakukan pembaruan kemasan, dengan desain yang lebih menarik dan mewah.

“Kami buatkan desain kemasan, untuk teh mawarnya yang awalnya berbentuk curah yang dibungkus, kami ubah dengan dikemas kantong celup, sedangkan untuk sirupnya itu awalnya memang sudah diwadahi botol namun botolnya itu botol bekas, kemudian kami ubah menggunakan botol yang baru dan lebih higienis yang dibalut lagi dengan kemasan luar sehingga terlihat lebih berkelas,” jelas Elly.

Selain itu, Elly juga melakukan uji laboratorium kandungan teh mawar terhadap kesehatan. Hasilnya setiap seduhan teh berbahan bunga mawar mengandung vitamin C, vitamin A, flavonoid serta antioksidannya tinggi. Sehingga teh mawar ini bagus untuk menangkal radikal bebas.

“Untuk teh mawar Nawasena ini ada yang kemasan berisi 5, 10 dan 20 kantong celup,” rincinya.

Kemudian untuk menunjang penjualan, Elly telah mengoptimalkan akun penjual di aplikasi Tiktok milik KWT.

Selain itu, para dosen Polije juga mengajari para anggota KWT mengenai strategi komunikasi promosi yang menarik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan angka penjualan.

“Desa Karangpring itu juga sering dikunjungi wisatawan, ada banyak lahan bunga mawar di sana, juga di desa ini sering dijadikan jalur olahraga motor penggaruk tanah, sehingga produk olahan bunga mawar itu bisa dijadikan suvenir lokal. Di samping itu, kami juga mengajari mereka tentang strategi komunikasi promosi untuk meningkatkan penjualan,” pungkasnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60