BERITABANGSA.ID, LUMAJANG – Setelah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah SPBU terkait dugaan oplosan pertalite, kini Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) kembali membuat langkah tegas. Ia menemukan sebuah truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diduga akan ditimbun dan dijual dengan harga lebih tinggi.
Temuan itu menjadi bukti nyata bahwa praktik curang dalam distribusi BBM masih marak terjadi. Lebih mengejutkan lagi, di balik aksi ilegal tersebut, terendus adanya keterlibatan oknum aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.
“Kami sudah kantongi nama-namanya. Kalau memang terbukti, saya tidak akan segan untuk menindak. Sekarang tinggal aparat penegak hukum (APH) yang bergerak,” tegas Bunda Indah saat ditemui usai melakukan peninjauan, Selasa (5/11/2025).
Bunda Indah menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mentolerir tindakan yang merugikan masyarakat, apalagi jika dilakukan oleh aparat pemerintah sendiri.
“ASN itu harusnya jadi contoh, bukan malah ikut bermain. Kalau masih ada yang berani-berani seperti ini, berarti dia tidak layak mengabdi di Lumajang,” ujarnya dengan nada tegas.
Bupati perempuan pertama di Lumajang itu juga menyoroti dampak dari penimbunan solar terhadap masyarakat kecil. Ia mengatakan, praktik semacam ini membuat para nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil kesulitan mendapatkan BBM dengan harga normal.
“Bayangkan, solar yang seharusnya bisa dipakai untuk masyarakat kecil justru ditimbun untuk keuntungan pribadi. Itu bukan hanya melanggar hukum, tapi juga tidak punya hati nurani,” tambahnya.
Menurut informasi yang dihimpun, truk pengangkut solar tersebut kini telah diamankan, dan kasusnya dalam proses pendalaman oleh aparat penegak hukum.
Bunda Indah berharap, tindakan tegas ini bisa menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba bermain-main dengan kebutuhan masyarakat.
“Saya ingin Lumajang ini bersih dari praktik curang. Kalau mau kaya, jangan dengan cara kotor. Kita harus bekerja dengan hati, bukan dengan nafsu,” tutupnya.
Langkah cepat dan ketegasan Bunda Indah ini kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas penyimpangan dan melindungi hak masyarakat kecil.
Di tengah upaya pemerintah menjaga kestabilan distribusi BBM, tindakan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah hadir untuk rakyatnya, bukan untuk kepentingan segelintir orang.
Sementara itu, Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, tidak merespon apa yang ditanyakan wartawan terkait hal tersebut sebagai tindak lanjut penanganan kasus ini.
Hal yang sama, Kapala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lumajang, Ari Murcono, juga belum membalas chat awak media ini, seputar pertanyaan ASN yang terlibat hal di atas.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















