Terkini

UNAIR Soroti Lonjakan Kasus Influenza Malaysia dan Risiko Bagi Indonesia

10
×

UNAIR Soroti Lonjakan Kasus Influenza Malaysia dan Risiko Bagi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Kasus Influenza

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Lonjakan kasus influenza yang meningkat hingga tujuh kali lipat di Malaysia dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan serius para ahli kesehatan di kawasan Asia Tenggara.

Fenomena ini tidak sekadar dianggap sebagai fluktuasi musiman, melainkan sebagai sinyal peringatan terhadap daya tahan populasi dan kesiapan sistem kesehatan masyarakat menghadapi dinamika penyakit menular.

Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) sekaligus Ketua Research Center on Global Emerging and Re-emerging Infectious Diseases Institut of Tropical Disease (ITD) UNAIR, Laura Navika Yamani, menilai peningkatan tersebut perlu dianalisis secara komprehensif untuk memahami pola penularan dan faktor risikonya.

“Langkah pertama adalah memastikan bahwa kenaikan ini benar-benar mencerminkan peningkatan kasus nyata di masyarakat, bukan hanya akibat peningkatan pelaporan atau tes laboratorium. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Malaysia, lonjakan tersebut terlihat pada peningkatan jumlah klaster influenza di sekolah dan institusi pendidikan, serta meningkatnya kasus influenza-like illness (ILI) di fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Laura menjelaskan, beberapa faktor utama menjadi pendorong utama peningkatan kasus tersebut. Perubahan musim dengan kelembapan tinggi dinilai mempercepat sirkulasi virus influenza di kawasan tropis seperti Asia Tenggara. Selain itu, menurunnya kekebalan populasi pasca pandemi COVID-19 menjadi salah satu penyebab penting.

“Selama pandemi, interaksi sosial masyarakat berkurang drastis dan peredaran virus influenza pun menurun. Akibatnya, banyak individu, terutama anak-anak, belum memiliki kekebalan alami terhadap virus yang kini beredar. Selain itu, terdapat indikasi terjadinya pergeseran antigenik (antigenic drift) pada beberapa varian influenza A seperti H3N2 atau H1N1, yang menyebabkan efektivitas vaksin flu musiman menurun,” paparnya.

Indonesia sebagai negara dengan mobilitas tinggi dan kedekatan geografis dengan Malaysia juga berpotensi menghadapi ancaman serupa.

Meski demikian, Laura menegaskan bahwa risiko tersebut dapat ditekan melalui penguatan sistem surveilans di fasilitas kesehatan.

“Risiko itu dapat diminimalkan bila sistem surveilans ILI dan SARI di puskesmas serta rumah sakit diperkuat. Masyarakat juga perlu menjaga perilaku hidup bersih dan segera memeriksakan diri bila mengalami gejala flu berat,” tegasnya.

Dalam menghadapi potensi penyebaran virus influenza lintas negara, Universitas Airlangga menyatakan siap berperan strategis.

Melalui laboratorium berstandar internasional BSL-2 dan BSL-3 di Lembaga Penyakit Tropis (LPT), UNAIR mampu melakukan identifikasi serta sekuensing genomik virus influenza secara akurat dan cepat.

“Kolaborasi antarlembaga di lingkungan UNAIR, seperti antara LPT, rumah sakit pendidikan, dan fakultas-fakultas kesehatan, mencerminkan sinergi tridharma perguruan tinggi dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat,” ungkap Laura.

Menutup pernyataannya, Laura mengingatkan pentingnya sikap tenang namun waspada dalam menghadapi situasi ini. Ia menekankan agar masyarakat tidak menyepelekan gejala flu dan senantiasa menerapkan etika kesehatan di ruang publik.

“Dengan kewaspadaan bersama dan kedisiplinan dalam pencegahan, kita dapat mencegah terjadinya lonjakan serupa di Indonesia serta melindungi kesehatan publik secara berkelanjutan,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60