Terkini

Dua Hari, Siswa di Tiga Sekolah Keracunan Makanan MBG, Pemkab Bojonegoro Gercep

14
×

Dua Hari, Siswa di Tiga Sekolah Keracunan Makanan MBG, Pemkab Bojonegoro Gercep

Sebarkan artikel ini
MBG
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah saat mendatangi siswa yang keracunan setelah menyantap MBG di Puskesmas Kedungadem. Foto: Suyati/Beritabangsa.id

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Usai mendapat laporan selama 2 hari, sejumlah siswa di tiga sekolah yang menyantap makan bergizi gratis (MBG) mengalami keracunan, membuat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat (Gercep).

Kamis (2/10/2025), Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ninik Susmiati langsung mendatangi Puskesmas di mana para siswa-siswi yang keracunan. Wabup menegaskan akan memperkuat pengawasan dan memberikan pembinaan kepada penyedia makanan MBG.

“Pemkab Bojonegoro sangat prihatin dengan kejadian ini. Ke depan, evaluasi terhadap program MBG akan dilakukan secara ketat. Dari sisi distribusi maupun standar kebersihan makanan,” ucap Wabup Nurul Azizah.

Dia mengaku kedatangannya sekaligus membawa perintah tegas dari Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang meminta agar seluruh pihak segera melaporkan kasus ini kepada BGN Pusat.

“Kalau proses distribusi makanan tidak sesuai aturan, maka dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) harus ditutup. Kami sudah mengingatkan, tetapi kejadian hari ini jelas menunjukkan masih ada yang lalai,” tegas Nurul Azizah di hadapan awak media.

Jumlah SPPG yang sudah berdiri di Bojonegoro total ada 124, menurut Nurul Azizah, belum satu pun yang mempunyai Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) untuk memenuhi standar nasional.

Dari data yang dia peroleh menjadi sorotan serius, terlebih lagi insiden keracunan kali ini melibatkan puluhan siswa dari tiga sekolah berbeda sekaligus.

“Kalau tidak ada perubahan, Pemkab akan mengambil langkah tegas. Bapak Bupati sudah menegaskan, SPPG yang menyebabkan keracunan harus ditutup,” lanjutnya.

Akibat kasus dugaan keracunan massal program MBG meluas di wilayah Kabupaten Bojonegoro, kali ini ada sekolah yakni SMA N 1 Kedungadem, MTs Plis Nabawi Kedungadem dan SDN Tumbrasanom.

Dugaan keracunan massal MBG terjadi selama dua hari, Rabu dan Kamis (1–2/10/2025). Total siswa mengalami gejala keracunan mencapai ratusan. Siswa mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG dari dua dapur SPPG berbeda.

Rinciannya, SMA N 1 Kedungadem sebanyak 123 siswa. 50 siswa sebelumnya dirawat di Unit Kesehatan Sekolah (UKS), 22 siswa dibawa ke Puskesmas Kedungadem, Rabu (1/10/2025), dan 61 siswa hari ini, Kamis (2/10/2025), tidak masuk sekolah.

Kemudian MTs Plus Nabawi Kedungadem sebanyak lima siswa. Mereka mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi menu program MBG pada pagi tadi, Kamis (2/10/2025).

Sekolah lainnya, SDN Trumbasanom yakni sejumlah siswa mengalami gejala keracunan sebanyak 4 siswa usai menyantap MBG, Kamis (2/10/2025).

Para siswa di tiga sekolah tersebut mengalami gejala keracunan yang sama. Seperti mual, pusing, sakit perut dan diare.

Setelah adanya peristiwa ini Pemkab berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. Agar tidak ada kasus serupa yang menimpa para siswa.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60