BERITABANGSA.ID, SIDOARJO – Pemerintah pusat menegaskan komitmennya bahwa negara hadir dalam penanganan musibah ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan, operasi pencarian korban saat ini adalah wujud nyata perhatian negara, arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Hari ini saya hadir bersama Kepala BNPB. Kehadiran kami merupakan bukti perhatian pemerintah pusat. Bahkan sudah dideklarasikan bahwa peristiwa ini masuk kategori bencana. Sejak informasi pertama masuk, hanya 38 menit tim Basarnas diberangkatkan dari Surabaya untuk melaksanakan operasi,” ujar Syafii, Selasa (1/10/2025).
Menurut Syafii, operasi penyelamatan dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan 379 personel gabungan dari Basarnas dan 65 instansi terkait. Ia menjelaskan, kondisi reruntuhan yang berupa tumpukan beton bertingkat membuat operasi evakuasi sangat kompleks.
“Dalam istilah SAR, ini adalah tipe pancake collapse yang harus ditangani dengan teknik khusus dan peralatan memadai,” tegasnya.
Syafii melanjutkan, Basarnas juga mengerahkan Basarnas Special Group dari kantor pusat, serta tim dari Yogyakarta dan Semarang dengan perlengkapan rescue canggih.
“Assessment awal menunjukkan masih ada korban yang memungkinkan untuk diselamatkan. Prinsip kami, satu nyawa adalah aset negara yang tak ternilai. Karena itu, setiap peluang penyelamatan akan diupayakan maksimal,” jelasnya.
Syafii menambahkan, Basarnas Indonesia telah diakui secara internasional dengan sertifikasi dari International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG).
“Artinya, operasi yang kami lakukan sesuai standar global. Negara benar-benar hadir dan serius dalam menyelamatkan warga yang menjadi korban musibah ini,” pungkasnya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















