Advertorial

Pameran Anggrek Nasional BSOW 2025, Magnet Wisata dan Ekonomi Kota Batu

41
×

Pameran Anggrek Nasional BSOW 2025, Magnet Wisata dan Ekonomi Kota Batu

Sebarkan artikel ini
BSOW

BERITABANGSA.ID, BATU – Kota Batu kembali bersiap menyambut hajatan besar tahunan, Batu Shining Orchids Week (BSOW) 2025. Pameran anggrek nasional yang digelar pada 3–12 Oktober di Balai Kota Among Tani ini menjadi salah satu agenda utama perayaan Hari Jadi Kota Batu ke-24 yang jatuh pada 17 Oktober mendatang.

Mengusung tema Growing Together, BSOW edisi ke-8 ini menegaskan posisinya sebagai pameran anggrek terbesar di Indonesia.

Sebanyak 72 stand akan menampilkan beragam varietas anggrek endemik Nusantara hingga koleksi internasional, sekaligus mempertemukan komunitas, pelaku usaha, dan pecinta anggrek dari berbagai daerah.

Tidak hanya diikuti peserta dalam negeri, BSOW 2025 juga menghadirkan partisipasi dari mancanegara, antara lain Thailand dan Singapura.

Pameran ini turut menggelar Orchid Competition tingkat nasional dengan kategori best of show, best of species, dan best of hybrid, serta Orchid Landscape Competition yang menampilkan kreativitas desain taman anggrek.

Beberapa anggrek unggulan yang diperkirakan hadir antara lain koleksi ekspor dari Taiwan dan Thailand, serta spesies asli Indonesia seperti Phalaenopsis gigantea dan Bulbophyllum phalaenopsis.

Produk unggulan dari breeder nasional pun turut memperkaya variasi yang ditawarkan.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa BSOW tidak sekadar ajang pameran bunga, tetapi juga momentum membangun sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha dalam memajukan florikultura Indonesia.

“Batu Shining Orchids Week 2025 diharapkan memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi wisata bunga sekaligus pusat pertanian modern yang berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Ia meyakini, pameran ini akan menjadi katalisator perputaran ekonomi daerah dengan menghadirkan animo tinggi dari masyarakat maupun wisatawan.

Bahkan, menurutnya geliat industri anggrek nasional berawal dari Kota Batu, yang kini menyumbang 77 persen produksi anggrek Jawa Timur.

“Ini momentum bagi Kota Batu untuk menunjukkan bahwa anggrek merupakan produk unggulan yang siap bersaing di pasar internasional. Kami optimistis ke depan bisa menjadi tuan rumah event serupa di tingkat Asia Pasifik,” tegasnya.

Selain BSOW, Pemerintah Kota Batu juga menyiapkan serangkaian acara dalam rangka HUT ke-24. Beberapa di antaranya Festival Jaran Kepang (27–28 September), Expo Perumahan (1 Oktober), Fashion On The River di Coban Putri (2 Oktober), Festival Padang Mbulan (7 Oktober), Festival UMKM Tempo Doeloe (8–10 Oktober), ATV Carnival (10–11 Oktober), hingga Batu Art Flower Festival pada 26 Oktober 2025.

Dengan rangkaian agenda tersebut, Kota Batu tidak hanya menampilkan keindahan anggrek, tetapi juga memperkuat citra sebagai kota wisata berbasis agribisnis dan budaya. Ke depan, pemerintah optimis BSOW menjadi tonggak penting dalam menempatkan Batu sebagai pusat pengembangan anggrek kelas dunia.

Sebagai informasi, pada perayaan yang sama rahun lalu, Wali Kota Batu, Nurochman menyerahkan bunga anggrek spesies langka sebagai cindera mata untuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Anggrek yang diberikan bernama ‘Dendrobium Prabowo Subianto’ hasil persilangan antara Dendrobium Nurjanah dan Dendrobium Linda Febriana yang dikenal dengan keunikan warna dan ketahanannya. Anggrek tersebut telah dipatenkan dan diverifikasi langsung oleh Royal Holticultural Society di London, Inggris (UK).

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60