BERITABANGSA.ID, KOTA BATU – Remaja berada pada fase krusial yang rentan terpapar faktor risiko kesehatan. Karena itu, generasi muda perlu mendapat perhatian khusus agar terbiasa menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian mereka.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu berupaya menanamkan perilaku tersebut melalui kegiatan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SMP Diponegoro Kota Batu, Senin (22/9/2025). Sebanyak 90 pelajar dari kelas 7 hingga 9 mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Dalam sosialisasi itu, peserta didik dibekali berbagai pengetahuan penting mengenai PHBS. Salah satunya adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sebagai langkah pencegahan penyakit demam berdarah.
Upaya itu dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, dan menutup wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Kepala Dinkes Kota Batu, Aditya Prasaja, menjelaskan bahwa penerapan PHBS di sekolah bertujuan untuk mencegah penyakit, meningkatkan derajat kesehatan, sekaligus menciptakan suasana sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.
“Indikator PHBS di sekolah mencakup kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan sehat di kantin, membuang sampah pada tempatnya, memberantas jentik nyamuk, menggunakan jamban sehat, serta tidak meludah sembarangan,” jelas Aditya.
Tahapan penerapan PHBS sendiri dimulai dari edukasi melalui ceramah, poster, maupun materi pembelajaran.
Setelah itu, perilaku sehat diperkenalkan dan dibiasakan lewat kegiatan rutin seperti mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan kelas, hingga pengelolaan sampah.
Fasilitas pendukung seperti jamban bersih, tempat cuci tangan, dan tempat sampah juga dipastikan tersedia di sekolah.
Selain sosialisasi PHBS, Dinkes Kota Batu juga membentuk Kader Kesehatan Remaja (KKR) di SMP Diponegoro.
Program ini merujuk pada Permenkes Nomor 25 Tahun 2014 yang menekankan pentingnya peran remaja dalam upaya promotif dan preventif kesehatan.
“KKR memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai edukator yang menyampaikan pengetahuan tentang PHBS, sebagai motivator yang memberi semangat kepada teman dan keluarga, serta sebagai konselor yang menjadi teman bicara dalam menghadapi persoalan kesehatan,” tambah Aditya.
Kehadiran KKR di sekolah diharapkan menjadi garda terdepan dalam menumbuhkan kesadaran sekaligus kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Para kader juga didorong menjadi teladan bagi teman sebayanya agar lebih peduli pada kesehatan.
Kepala SMP Diponegoro Kota Batu, Yuni Purwaningsih, menyambut positif inisiatif Dinkes tersebut.
Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat dalam mendukung program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sekaligus mencetak generasi muda yang sehat dan berdaya.
“Dengan adanya pembinaan KKR, diharapkan siswa bisa menjadi role model, memberikan contoh nyata bagi teman-temannya dalam menerapkan PHBS di sekolah maupun lingkungan sekitar,” ujar Yuni.
Ia menambahkan, langkah Dinkes Kota Batu ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun budaya hidup sehat sejak dini.
Dengan melibatkan pelajar sebagai agen perubahan, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dapat terus meningkat.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















