Terkini

Pemkab Bojonegoro Siapkan BKKD 806 Miliar Untuk Benahi 320 Desa

34
×

Pemkab Bojonegoro Siapkan BKKD 806 Miliar Untuk Benahi 320 Desa

Sebarkan artikel ini
BKKD
Wakil Bupati Nurul Azizah saat menyampaikan mekanisme BKKD Khusus di Gedung Angling Dharma.

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) untuk pelaksanaan bantuan keuangan kepada desa (BKKD) khusus, pada Jumat (19/9/2025) di gedung Angling Dharma.

Anggaran yang akan dialokasikan adalah Rp806 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pemkab untuk pembangunan infrastruktur di 320 desa.

Pembangunan ini akan dilaksanakan melalui mekanisme BKKD khusus di bidang kebinamargaan, meliputi jalan, jembatan, dan sarana prasarana.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menjelaskan dalam pembukaan Bimtek bahwa berdasarkan informasi sementara dari Direktur Dana Transfer Kemenkeu, Adriyanto, terdapat pengurangan dana transfer melalui dua skema.

Skema pertama, pengurangan sebesar 25 persen bagi daerah dengan dana transfer kecil dari pusat. Skema kedua, pengurangan sebesar 30 persen bagi daerah dengan dana transfer besar.

“Artinya, pengelolaan keuangan harus dilakukan dengan tepat,” tegasnya.

Selanjutnya, Nurul Azizah juga menambahkan bahwa Bupati Setyo Wahono akan terus mendorong agar alokasi Rp806 miliar ini dikhususkan untuk pembangunan di desa melalui skema BKKD pada 2026.

Pemkab Bojonegoro juga akan mengalokasikan dana abadi sebesar Rp500 miliar dari APBD yang akan disimpan dan digunakan guna mendukung pendidikan.

“Meskipun ada pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat, Kabupaten Bojonegoro tetap mengatur skema prioritas pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat,” tambahnya.

Hal itu bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan ekonomi, memperbaiki infrastruktur yang berdampak luas, dan membuka lapangan kerja bagi tenaga lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (PU BIMA PR) kabupaten, Chusaifi Ivan, mengatakan untuk menyukseskan pembangunan di desa, Bimtek digelar selama dua hari, yaitu Jumat (19/9/2025) dan Senin (22/9/2025). Setiap hari, Bimtek diikuti oleh 320 desa penerima BKKD dalam dua sesi.

“Intinya ada percepatan pembuatan perencanaan teknis, kami siap mendampingi. Karena penyaluran BKKD di 2025 tinggal tiga bulan lagi,” tandasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60