BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, menyoroti rendahnya serapan bantuan sosial (Bansos), guna menurunkan angka kemiskinan di 2025. DPRD pun meminta para OPD segera merealisasikan program itu.
Rapat kerja ini dihadiri Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD), Senin (8/9/2025).
Ketua Komisi C Ahmad Supriyanto menjelaskan dari 104 miliar kurang lebih dana bansos baru terealisasi 29.57 persen atau Rp28.6 miliar. Jelas bahwa serapan Bansos di Bojonegoro masih rendah.
Dia mendesak agar dinas terkait secepatnya merealisasikan dana bansos ke masyarakat yang berhak. Mengingat dimasa sulit saat ini banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Sampai detik ini kami meminta eksisting angka kemiskinan masih di angka 11.69 persen belum diupdate sehingga penting segera merealisasiskan progam bansos untuk menurunkan angka kemiskinan,” terangnya.
Ahmad Supriyanto meminta agar pemerintah daerah mempermudah administrasi agar realisasi progam bansos berjalan dengan cepat, sehingga dampak bansos sendiri bisa dirasakan oleh masyarakat yang saat ini kesulitan ekonomi dan dapat berdampak secara langsung.
“Di bulan depan kita juga akan melakukan rapat kerja pada Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) untuk mendiskusikan tentang proges penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro,” tuturnya.
Selain itu, DPRD Bojonegoro berharap bisa dilibatkan dalam implementasi 14 program bansos. Pelibatan ini penting untuk memperkuat fungsi pengawasan.
Perlu diketahui pula ada sejumlah program diketahui masih tertunda, seperti Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNT-D) ini, belum dijalankan karena menunggu realisasi dari BPNT pusat agar tidak terjadi tumpang tindih. Serta melihat data hingga awal September 2025, realisasi belanja daerah tercatat 34,31 persen, sedangkan realisasi pendapatan telah mencapai 74,31 persen.
“Program yang sudah masuk APBD mestinya langsung dijalankan oleh OPD agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,” tegas Ahmad Supriyanto.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















