BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bojonegoro melakukan aksi damai, meluruk gedung DPRD setempat diikuti ratusan massa, Kamis (4/9/2025).
Massa HMI dan PMII bergantian datang tiba pukul 11.30 WIB membawa 7 tuntutan, salah satunya meminta reformasi lembaga negara dan mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih memihak rakyat kecil.
Massa ini datang membawa bendera organisasi, spanduk, serta poster berisi tuntutan. Secara bergantian para pendemo berorasi, menyanyikan Indonesia Raya, membacakan sumpah mahasiswa, hingga baca puisi perjuangan dan teatrikal.
Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan bangsa, mulai dari kenaikan pajak dan tunjangan DPR, lambannya pengesahan UU Perampasan Aset, hingga tindakan represif aparat terhadap masyarakat kecil, termasuk pengemudi ojek online.
Aksi itu mendapat respon langsung dari pimpinan DPRD Bojonegoro. Ketua DPRD Abdullah Umar bersama sejumlah anggota dewan, di antaranya Mitro’atin, Anis Musthafa, Natasha Devianti, Sigit Kushariyanto, Ahmad Supriyanto, Lasuri, Sudiyono, Sahudi, dan Sally Artasasmi menemui massa.
“Kami akan meningkatkan lagi kinerja kami,” ujar Abdullah Umar.
Dia pun menandatangani dokumen tuntutan mahasiswa dan berjanji segera mengirimkannya ke DPR RI.
“Setelah kita tandatangani, hari ini juga akan kita kirim ke DPR RI,” tegasnya.
Kemudian massa aksi dari HMI yang tiba pada pukul 15.30 WIB di halaman kantor DPRD Bojonegoro juga menuntut hal yang sama yaitu adanya reformasi pada lembaga negara hingga memberikan keadilan atas korban Affan Kurniawan driver ojek online yang meninggal saat aksi demontrasi di Jakarta beberapa waktu lalu.
Meski kehadiran dari dua organisasi mahasiswa yang berbeda di waktu yang berbeda pula, para anggota DPRD Bojonegoro melakukan hal yang sama ini menandatangani nota tuntutan yang sama.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















