BERITABANGSA.ID, JEMBER – Makanan tambahan berupa Modisco Moringa terbukti dapat meningkatkan status gizi pada anak.
Kelompok dosen jurusan kesehatan Politeknik Negeri Jember (Polije), yang terdiri dari Andri Permana Wicaksono, Indah Muflihatin, Niyalatul Muna, Demiawan Rachmatta Putro Mudiono dan Ida Nurmawati melakukan penelitian terhadap 7 anak yang diberi makanan tambahan sebanyak 5 buah kukis modisco moringa per-anak selama 5 hari berturut-turut.
Para dosen tersebut menggunakan e-KMS (Kartu menuju sehat elektronik) untuk mengukur nilai gizi anak perharinya.
“Hasilnya, dari 7 anak tersebut, 5 anak diantaranya mengalami peningkatan berat badan, sedangkan sisanya yakni 2 anak itu berat badannya tetap atau dengan kata lain tidak naik dan tidak turun,” ujar Andri Permana Wicaksono kepada beritabangsa.id, Rabu 27 Agustus 2025.
Andri menjelaskan lebih lanjut alasan kedua anak yang berat badannya itu tetap, yakni anak pertama tidak menyukai kukis, sedangkan anak kedua suka kukis namun keadaannya kurang sehat.
“Sehingga kami menyimpulkan, dengan pemberian makanan tambahan Modisco Moringa ini, dapat memenuhi kebutuhan gizi harian anak, oleh karena itu kami merekomendasikan kepada para orangtua untuk memberikan makanan tambahan Modisco Moringa ini kepada anak anda,” lanjut Andri.
Di samping itu, para dosen juga mendemokan pemberian makanan tambahan Modisco Moringa ini kepada para perangkat desa Rambipuji serta kader posyandu setempat.
“Harapannya mereka memahami dan melihat secara langsung manfaat dari Modisco Moringa ini, sehingga bisa dipraktekan dalam melayani masyarakat desanya terkait pemenuhan gizi anak,” kata Andri.
Apa itu e-KMS?

Andri menjelaskan, e-KMS (Kartu menuju sehat elektronik) merupakan sistem penghitungan otomatis status gizi pada anak.
“Dengan memasukkan data, berapa centimeter tinggi, berapa kilogram beratnya ke sistem e-KMS ini, maka otomatis akan muncul status gizinya, di samping itu penghitungan yang diterapkan pada e-KMS ini sudah berdasarkan peraturan terbaru yakni sesuai dengan Permenkes tahun 2020, untuk anak usia 0 s/d 5 tahun. Nah untuk yang kami teliti terhadap 7 anak yang diberi makanan tambahan modisco moringa, 5 anak di antaranya mengalami kenaikan berat badan sampai dengan 0,5 kilogram,” jelas Andri.
Andri mengajak masyarakat untuk memanfaatkan e-KMS ini untuk mengetahui nilai gizi sang buah hati. Caranya dengan mengakses website www.tpadwppolije.com, kemudian bisa memasukkan langsung nilai berat badan dan tingginya, maka secara otomatis sistem akan menjumlah dan menyimpulkan status gizinya, apakah gizi lebih, normal, kurang gizi, kurus, dan sangat kurus.
“Dalam sistem e-KMS tersebut, bisa tanpa membuat akun, dan juga dengan membuat akun. Perbedaannya, kalau dengan membuat akun itu bisa melihat historinya, jadi misal diukur harian maka historinya akan muncul kurva fluktuasi status gizinya. Sedangkan kalau tanpa membuat akun, itu tidak ada historinya,” paparnya.
Mengenal Modisco Moringa dan Kandungan Gizinya

Indah Muflihatin menjelaskan Modisco merupakan singkatan dari Modified Dietetic Skim and Cotton Sheet Oil, yakni makanan yang terbuat dari susu skim, margarin serta gula.
Sedangkan moringa atau lengkapnya moringa oleifera merupakan nama ilmiah dari daun kelor, yang mana daun kelor ini memiliki gizi tinggi.
Untuk membuat kukis Modisco Moringa, Indah menyarankan dalam setiap adonan, beri daun kelor bubuk seberat 5 gram saja.
“Jadi cara bikinnya sama seperti bikin kukis gitu, hanya saja sebagai catatan berdasarkan hasil penelitian kami, untuk daun kelornya yang sudah berbentuk bubuk atau bisa daun kelor asli yang diblender dengan air lalu diperas, nah daun kelornya cukup 5 gram saja peradonan, kemudian susu skimnya 100 gram, mentega 50 gram, gula 50 gram, itu saran kami untuk peradonannya,” jelas Indah.
Indah melanjutkan, dengan takaran yang disebutkannya itu, mengandung gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak.
Selain kukis, daun kelor juga dapat diolah menjadi puding, dengan hanya menambahkan agar-agar.
“Daun kelor itu tinggi zat besinya, juga tinggi vitamin A mencapai hingga 2000,” ujar Indah.
Selain itu, daun kelor juga mengandung flavonoid dan polifenol, vitamin C, asam oleat, selenium, dan zinc.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















