Terkini

Penghargaan Loyalitas Pegawai Yarsis, Momentum Dorong PPDS dan Digitalisasi Unusa

13
×

Penghargaan Loyalitas Pegawai Yarsis, Momentum Dorong PPDS dan Digitalisasi Unusa

Sebarkan artikel ini
Yarsis

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) memberikan penghargaan berupa emas seberat total 0,9 kilogram atau senilai lebih dari Rp1,7 miliar kepada pegawai yang telah mengabdi selama puluhan tahun.

Penghargaan ini diserahkan dalam upacara detik-detik Proklamasi di halaman RSI Surabaya, Jemursari, Minggu (17/8/2025).

Sebanyak 148 penerima penghargaan terdiri atas 126 orang yang telah mengabdi 10 tahun, enam orang selama 20 tahun, dan 16 orang dengan masa pengabdian 30 tahun.

Mereka berasal dari berbagai unit di bawah naungan Yarsis, meliputi RSI A. Yani, RSI Jemursari, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), dan RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik.

Ketua Yarsis, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan tersebut adalah bentuk apresiasi atas loyalitas, dedikasi, dan prestasi para pegawai.

“Ini sudah menjadi tata krama di Yarsis, sebuah penghormatan kepada mereka yang telah memberikan kontribusi nyata. Momentum 80 tahun kemerdekaan ini kami jadikan penegasan untuk terus menumbuhkan kebermanfaatan,” ujarnya.

Prof Nuh juga menekankan pentingnya empat hal dalam pengembangan lembaga, mind of ideas, mind of implementation, mind of result, dan mind of impact.

Menurutnya, ide besar memang penting, tetapi lebih penting lagi adalah implementasi nyata yang menghasilkan manfaat dan berdampak luas.Yarsis

“Kalau kita senantiasa memberi manfaat, maka kita akan terus bertumbuh. Yang paling baik adalah manusia maupun lembaga yang mampu memberikan kemanfaatan,” tegasnya.

Selain memberikan penghargaan, Prof Nuh juga menyoroti dua agenda besar di Unusa, yakni pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan prodi berbasis digital. Agenda ini dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata Unusa dalam menjawab kebutuhan bangsa.

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan tenaga pendidik dan kurikulum untuk PPDS, sehingga diharapkan dapat menerima mahasiswa mulai 2026.

“Diupayakan akhir tahun ini izin PPDS Unusa sudah keluar. Ini juga bagian dari dukungan Unusa terhadap program pemerintah dalam percepatan PPDS yang menargetkan 140 program di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Prof Jazidie menambahkan, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) telah memetakan perguruan tinggi yang layak menyelenggarakan PPDS dengan syarat akreditasi kedokteran Unggul.

Unusa mendapat kesempatan mempersiapkan lima PPDS, dengan fokus awal pada spesialis Paru dan Obstetri-Ginekologi (OBGYN), di bawah pendampingan Universitas Airlangga (Unair).

Penghargaan loyalitas pegawai Yarsis ini tidak hanya menjadi wujud apresiasi, tetapi juga momentum mempertegas peran lembaga dalam memberi manfaat lebih luas, baik melalui pelayanan kesehatan maupun kontribusi pendidikan tinggi.

Prof Jazidie menambahkan, dengan langkah strategis yang ditempuh, Yarsis dan Unusa diharapkan terus melahirkan inovasi yang memberi dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60