Sejarah

Kebesaran Majapahit Patut Jadi Tonggak Hari Lahir Jombang

27
×

Kebesaran Majapahit Patut Jadi Tonggak Hari Lahir Jombang

Sebarkan artikel ini
Pemerhati sejarah di Jombang, Arif Yulianto menunjukkan peta lama di mana wilayah di Jombang saat ini pada peta tersebut disebut dengan Tryk Madjapait.

BERITABANGSA.ID, JOMBANG – Kebesaran Kerajaan Majapahit yang wilayah kekuasaannya mencakup Nusantara, dan asia patut menjiwai tonggak penentuan hari jadi Jombang. Hal itu bukan tanpa alasan. Mengingat, banyak peninggalan-peninggalan era Majapahit, baik tak benda dan benda, hingga budaya maupun kesenian banyak ditemukan di Jombang.

Pemerhati sejarah Jombang, Arif Yulianto, Sabtu (16/8/2025) dalam diskusi antar desa di sanggar Wayang Topeng Tri Purwo Budoyo, Jati Duwur, Kesamben, Jombang bersama seniman dan pegiat seni.

“Jadi kalau pendapat saya, kalau mau ambil spirit itu ya sekalian yang besar. Ini penting karena untuk ‘tetenger’. Spirit yang besar dapat menjadikan semangat dan kebanggaan,” tegas Arif Yulianto.

“Banyak sekali temuan benda-benda bersejarah era Majapahit di Jombang. Ini menunjukkan bahwa Jombang adalah bagian penting pada masa Majapahit,” imbuh pria asal Pojokrejo. Kesamben ini.

Kata Cak Arif biasa disapa, di wilayah Jombang memiliki banyak peninggalan bersejarah dari era Majapahit, ditemukan baik berupa candi, hingga patirtan.

“Di sisi selatan, ada Candi Rimbi. Kemudian mengarah ke utara, ada Petirtaan Sumberbeji yang disebut diduga dibangun pada era Kadiri, namun digunakan hingga era Majapahit,” kata Cak Arif.

“Banyak sekali temuan-temuan lainnya pada era Majapahit yang ditemukan di Jombang, sebagian bisa kita lihat di museum mini di Disdikbud Jombang,” tambahnya.

Cak Arif yang juga anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang itu juga menyebutkan tentang patok-patok batu diduga penanda batas wilayah bebas pajak atau batas suci di beberapa daerah di Kesamben, Jombang, yang identik dengan patok batu di Klintirejo, Sooko, Mojokerto yang diduga berasal dari masa Majapahit.

Di Kesamben juga kata Cak Arif, tepatnya di Desa Jatiduwur, terdapat kesenian Wayang Topeng Jatiduwur, yang diduga kuat berasal dari masa Majapahit.

“Bahkan ada yang berpendapat itu adalah bagian dari instrumen Panji, di mana Panji adalah sastra asli Nusantara, sebuah kemandirian bangsa dalam bidang sastra,” ucap Cak Arif.

Lantas Cak Arif juga menyebutkan, di utara Brantas, tepatnya di Dusun Bedander, Desa Sumber Gondang, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, juga terdapat peninggalan benda dan budaya Majapahit.

“Ada benda diduga dorpel pintu rumah Ki Bedander. Ada juga ritual mengelilingi Pager Banon. Semuanya itu terkait Majapahit,” ulas Cak Arif.

“Bedander ini juga diyakini pernah menjadi tempat disembunyikannya Raja Jayanegara oleh Pasukan Bhayangkara pimpinan Gajah Mada saat meletus pemberontakan Ra Kuti,” sambung Cak Arif.

Untuk diketahui, hingga saat ini Kabupaten Jombang secara resmi masih belum memiliki hari jadi. Pembahasan terkait hal ini pernah dilakukan beberapa tahun silam.

Namun demikian, pada masa pemerintahan Bupati Mundjidah Wahab dan Wakil Bupati Sumrambah, dicetuskan Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang yang jatuh pada tanggal 21 Oktober. Hal ini merujuk pada turunnya SK Bupati Jombang pertama, RAA Soeroadiningrat V pada 21 Oktober 1910.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60