BERITABANGSA.ID, BONDOWOSO – Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan, Ina Ammania, dalam kunjungan kerja ke Bondowoso, menekankan pentingnya pengawasan dan percepatan sertifikasi halal oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bagi pelaku UMKM di daerah.
“Saya datang ke Bondowoso untuk sosialisasi pengawasan BPJPH”,ujarnya, Minggu (3/8/2025).
Tujuannya jelas, untuk mengejar target sertifikasi halal sebanyak 1 juta sertifikat secara nasional.
“Khusus di Bondowoso ditarget 7.400 sertifikat,” ungkapnya.
Ina menyebut dari target ini, baru sebagian kecil yang telah tersentuh. “Hari ini kami baru bisa memberikan sosialisasi kepada 245 pelaku usaha. Padahal, total sertifikat halal yang harus diterbitkan di wilayah ini mencapai 7.398,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran para pendamping BPJPH dalam mendorong UMKM dan UKM untuk segera mendaftarkan produknya.
“Saya sudah beberapa kali mengingatkan agar semua pendamping dari BPJPH aktif membantu pelaku usaha, terutama pelaku UMKM dan skala kecil menengah,” ujarnya.
Menurut Ina, proses pendaftaran sertifikasi halal sebenarnya tidak sulit. “Yang dibutuhkan hanya KTP dan pengecekan produk makanan. Kalau para pendamping BPJPH mau turun langsung dan rajin mendatangi pelaku usaha, saya yakin target itu bisa kita capai,” tegasnya.
Ina juga menyebutkan dukungan pemerintah daerah menjadi kunci sukses percepatan program ini. Apalagi, Bondowoso memiliki potensi besar dari sektor UMKM, UKM, hingga desa wisata.
“Karena itu, kita bersinergi dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan BPJPH pusat agar target satu juta sertifikat halal bisa rampung tahun 2025. Bahkan sekarang ditambah lagi menjadi 1,7 juta sertifikat secara nasional,” katanya.
Sementara itu, Lilik Herawati, salah satu pelaku UMKM yang memiliki warung nasi di Desa Kejawan, Kecamatan Grujugan, mengaku sangat terbantu dengan adanya sosialisasi tersebut.
“Saya baru tahu kalau sekarang mendaftarkan sertifikasi halal itu mudah. Cuma pakai KTP dan menunjukkan produk. Harapan saya pendamping bisa sering turun ke desa-desa seperti kami ini,”ucapanya.
Dirinya juga berharap agar sertifikasi halal tidak hanya menjadi formalitas, tetapi bisa meningkatkan daya jual produk lokal.
“Kalau sudah ada label halal, pembeli lebih percaya. Jadi semoga proses ini bisa cepat dan mudah untuk kami-kami yang usaha kecil,” tambahnya.
Sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman pelaku usaha di Bondowoso tentang pentingnya sertifikasi halal demi menunjang daya saing produk mereka di pasar nasional dan internasional.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















