BERITABANGSA.ID, MALANG – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I dan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’SIMA Ngajum, Kabupaten Malang, menegaskan pentingnya program ketahanan pangan di seluruh Lapas dan Rutan di Indonesia, dan mendorong optimalisasi lahan untuk kesejahteraan masyarakat dan swasembada pangan, Senin (28/07/ 2025) siang.
Usai kunjungan Agus Andrianto menyampaikan area asimilasi seluas lebih dari 20 hektare di Malang ditargetkan untuk program ketahanan pangan. Saat ini berbagai kerja sama telah juga terjalin, termasuk penanaman edamame, dan kol untuk ekspor, pelatihan pertanian bagi mahasiswa KKN, dan peternakan sapi dan ayam.
“Semua Lapas dan Rutan kami arahkan untuk mengembangkan dan memanfaatkan lahan yang ada demi membangun ketahanan pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa minimal 5% dari hasil produksi dapat diserap langsung oleh penyedia bahan makanan di lapas, mendorong swasembada pangan di lingkungan pemasyarakatan.
“Model pengembangan ini akan menjadi percontohan di Nusa Kambangan sebelum diterapkan secara luas,” jelasanya.
Disinggung terkait masalah overcapacity Lapas, Agus Andrianto mengungkapkan dari 13 Lapas baru yang direncanakan, 7 di antaranya ditarget selesai tahun ini guna mengurai overcapacity.
Dia lantas meminta dukungan pemerintah daerah, khususnya bupati dan wali kota, untuk menyiapkan fasilitas rehabilitasi bagi pecandu dan penyalahguna narkotika.
“Kami berharap dapat terjalin kerja sama dengan Pemda agar warga binaan yang betul-betul menjadi pecandu dan penyalahguna dapat direhabilitasi,” tandasnya.
Sebagai bagian dari upaya mengurangi kepadatan dan mencegah peredaran narkotika, lebih dari 1.000 narapidana dengan hukuman mati, seumur hidup, serta narapidana 20 tahun yang terindikasi sebagai pengedar, akan dipindahkan.
“Kita coba untuk kurangi dengan memindahkan yang hukuman mati, seumur hidup sama yang ancaman hukuman yang sudah dihukum 20 tahun masih terindikasi menjadi pengedar atau pengedaran narkotika bersama jaringan yang di luar ini 1000 orang lebih jika kita pindahkan,” terangnya.
Dalam kunjungan ini, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga menerima hibah tanah dan bangunan untuk kantor pelayanan Imigrasi, yang bertujuan mendekatkan layanan kepada masyarakat.
“Tadi juga kita menerima bantuan hibah tanah dan bangunan untuk kantor pelayanan Imigrasi, dalam rangka untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Agus mengingatkan agar para petugas Imigrasi untuk memberikan pelayanan terbaik dan mencegah masyarakat menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau menjadi pekerja migran non-prosedural.
Menutup kunjungannya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia berpesan akan pentingnya konsistensi dalam mewujudkan nasionalisme, patriotisme, dan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi Presiden RI.
“Saya ingatkan, utamanya kepada jajaran kami walaupun kecil kita ikut berpartisipasi dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan, ketahanan pangan dan kedaulatan pangan di Indonesia,” pungkasnya.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id.


















