Terkini

Imersif S-26 Exceptional League di Surabaya, Dukung Perkembangan Otak Generasi Alpha dan Beta

33
×

Imersif S-26 Exceptional League di Surabaya, Dukung Perkembangan Otak Generasi Alpha dan Beta

Sebarkan artikel ini
S-26

Elisabeth Santoso M.Psi dari Klinik Psikologi Kupompong menerangkan, “Belajar itu harus menggunakan berbagai cara atau multi-learning, yang didapat dari berbagai bentuk stimulasi. Otak Si Kecil berkembang di semua area, baik visualnya, auditorinya, hingga gerakannya, dan semuanya harus distimulasi. Lalu siapa yang menstimulasi? Pastinya orang tua yang memang paling sering menghabiskan waktu dengan Si Kecil. Connection promotes simulation, sehingga untuk stimulasi bisa maksimal, koneksi Si Kecil dengan orang tua harus terjalin dulu dengan baik. Ajak Si Kecil mengeksplorasi banyak hal, dorong mereka mencoba berbagai macam aktivitas. Namun saat melihat mereka bereksplorasi, kita belum tahu dia akan excellent di bidang apa, sehingga bukan hanya Si Kecil yang bereksplorasi, orang tua juga perlu selalu mendampingi dan memotivasi agar mereka bisa menemukan minatnya dan tumbuh menjadi generasi yang future-ready.”

Vera menanggapi, “di sepanjang proses multi-learning itu, S-26 berkomitmen mendukung peran Mams dalam memberikan stimulasi yang tepat agar Si Kecil dapat memiliki berbagai karakter hebat seperti rasa ingin tahu yang tinggi, kreatif, kolaboratif, berdaya juang, dan mampu menyelesaikan masalah – menjadikan mereka sebagai generasi yang future-ready di tengah perubahan pesat masa depan.”

Melalui “S-26 Exceptional League”, event pembelajaran imersif pertama di Indonesia ini menyajikan berbagai aktivitas seru untuk menginspirasi Generasi Alpha mengeksplorasi minat dan potensinya serta mempraktikkan multi-learning, terdiri dari Exceptional Maestro, melatih motorik sekaligus mengasah daya ingat; Exceptional Architect, melatih kemampuan memecahkan masalah; Exceptional Astronaut mengasah sensorik sekaligus melatih fokus dan ketelitian; hingga Exceptional Zoologist yang menguji keterampilan berbahasa sekaligus mengasah kemampuan kinestetik dengan menirukan gerakan hewan.

Momen eksplorasi Si Kecil di event ini semakin istimewa dengan hadirnya “S-26 Exceptional Brain Visualizer” yang memonitor keseluruhan aspek kognitif mereka saat melakukan beragam aktivitas. Berbasis teknologi EEG (electroencephalogram) yang dikembangkan oleh tim ahli neurocognitive asal Inggris, MyndPlay, alat berbentuk headband ini berfungsi seperti smart watch yang secara real-time memvisualisasikan 5 area penting di otak Si Kecil yang teraktivasi saat bermain, yaitu: fokus, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, daya ingat, dan bahasa.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60