Terkini

GS Investment Perkuat Misi Sosial Lewat Charity & Free Medical Checkup

17
×

GS Investment Perkuat Misi Sosial Lewat Charity & Free Medical Checkup

Sebarkan artikel ini
GS Investment
Petugas medis saat cek kesehatan lansia di Panti Werdha Usia.

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Komunitas GS Investment Group kembali mengukuhkan komitmen sosialnya melalui program bertajuk “Charity & Free Medical Checkup”, yang dilaksanakan di dua lembaga sosial di Surabaya, Panti Asuhan Undaan dan Panti Werdha Usia.

Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, (20/7/2025), dan diikuti oleh para anggota komunitas dari berbagai kota.

Aksi kemanusiaan ini tidak hanya menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga disertai dengan pemberian paket kebutuhan pokok, obat-obatan, serta perlengkapan untuk anak-anak dan lansia.

“Kami bersyukur atas hasil yang kami capai, dan kami percaya keberkahan itu akan lebih berarti jika dibagikan,” ujar Sherly, salah satu leader senior GS Investment Group dalam sambutannya.

Kehadiran para anggota GS Investment Group disambut hangat oleh para penghuni panti.

Interaksi hangat pun terjadi, saat para lansia dengan antusias menceritakan masa muda mereka.

Beberapa dari mereka bahkan menyanyikan lagu-lagu kenangan, seolah menghidupkan kembali potongan-potongan memori indah yang lama terpendam.

Panti Werdha Usia Surabaya yang berdiri sejak 31 Maret 1947 kini telah menginjak usia 78 tahun.

Panti ini menjadi rumah bagi 19 lansia, sebagian besar perempuan, dengan usia rata-rata di atas 70 tahun.

Beberapa di antaranya bahkan telah berusia lebih dari 90 tahun dan memerlukan perawatan khusus.

Menurut Prawita, pengelola panti sejak 2005, kunjungan dari komunitas sosial seperti GS Investment sangat berarti bagi para lansia.

Momen foto bersama usai kegiatan

Sejak pandemi COVID-19, mereka tidak diperbolehkan keluar dari lingkungan panti. Baru dalam beberapa bulan terakhir mereka diizinkan menghadiri ibadah di gereja setiap hari Minggu.

“Sejak pandemi, mereka kesepian. Jadi ketika ada tamu datang, itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka,” ujar Prawita.

Ia menambahkan bahwa merawat lansia bukan hanya soal keikhlasan, tetapi juga menuntut ketangguhan fisik, empati, dan keterampilan.

Dengan keterbatasan sumber daya manusia, pihaknya memprioritaskan perawatan yang mendalam dan personal dibanding memperluas kapasitas penghuni.

GS Investment Group, yang dikenal sebagai komunitas investasi berbasis teknologi, memiliki karakter unik dibanding komunitas serupa.

Sebagian besar anggotanya berasal dari kelompok disabilitas yang justru menunjukkan semangat luar biasa dalam memperjuangkan kehidupan ekonomi keluarga mereka.

Menurut Jason Joshua Chandra, Project Manager (Goldman Sachs) GS Investment Group, kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah.

“Kami menjadikan kegiatan sosial sebagai bagian dari prinsip kolektif. Ini bukan pencitraan, tetapi bentuk nyata kontribusi kami kepada masyarakat,” tegas Jason.

Husniawan, leader dari GS Investment Sampang, juga menyatakan bahwa dampak kegiatan ini mulai dirasakan oleh masyarakat di wilayahnya.

“Kami mulai dari hal kecil. Tapi respons masyarakat luar biasa. Kami yakin ini bisa berkembang lebih luas di masa mendatang,” ujarnya.

Kisah di balik kegiatan ini memperlihatkan bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari semangat kolektif komunitas.

GS Investment Group membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Melalui pendekatan yang inklusif dan humanis, komunitas kami akan terus menghidupkan semangat solidaritas sosial di tengah dunia yang semakin kompetitif,” pungkas Jason.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60