BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Sebanyak 160 siswa baru SMA Khadijah Surabaya menutup rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan pagelaran pentas seni yang diselenggarakan pada Jumat, (18/7/2025).
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah ini menjadi momen puncak untuk menyalurkan kreativitas siswa sekaligus mempererat ikatan kebersamaan antar peserta didik baru.
Beragam penampilan ditampilkan oleh para siswa, mulai dari drama pendek, pertunjukan musik band, hingga tari bertema kekinian yang merepresentasikan semangat generasi Z.
Penampilan tersebut menjadi simbol ekspresi dan keberanian para siswa dalam menampilkan potensi diri sejak awal menapaki jenjang pendidikan menengah atas.
Kepala SMA Khadijah Surabaya, Moh. Iqbal, S.Ag., M.Si., mengungkapkan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini dirancang lebih menyeluruh dan substantif.
Tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, namun juga memberi bekal pengetahuan praktis dan sikap mental yang dibutuhkan siswa dalam menghadapi dinamika kehidupan remaja di era digital.
“MPLS tidak semata-mata mengenalkan gedung sekolah dan guru. Lebih dari itu, kami ingin siswa baru memiliki kesiapan mental dan spiritual. Mereka harus mampu membaca tantangan zaman dan membangun karakter yang kokoh sejak dini,” ujar Iqbal.
Iqbal menambahkan, untuk mewujudkan hal tersebut, SMA Khadijah melibatkan sejumlah mitra strategis seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian, psikolog, serta tenaga medis.

Para narasumber ini dihadirkan guna memberikan pemahaman komprehensif kepada siswa baru mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, ancaman judi daring, serta pentingnya menjaga kesehatan mental.
“Di masa lalu, isu seperti narkoba dan judi online tidak sekuat sekarang. Namun saat ini, keduanya menjadi persoalan utama yang harus disikapi serius oleh sekolah dan keluarga,” jelasnya.
Selain penanaman nilai-nilai kehidupan modern, SMA Khadijah juga mengedepankan pendidikan keagamaan sebagai pilar utama pembentukan karakter siswa.
Para siswa tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga pelajaran Ulumuddin untuk memperkuat spiritualitas dan akhlak.
“Keadaan sosial yang semakin kompleks menuntut adanya pembekalan agama yang kokoh. Harapannya, lulusan SMA Khadijah mampu menjadi pribadi yang unggul dalam prestasi sekaligus berakhlakul karimah,” kata Iqbal.
Ia pun menyampaikan harapan besar terhadap siswa baru agar kelak mampu menyamai bahkan melampaui prestasi para alumni sebelumnya, khususnya dalam menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur-jalur prestasi unggulan.
“Target kami adalah agar siswa SMA Khadijah lebih banyak yang lolos ke PTN melalui jalur premium. Dan pembekalan awal seperti ini menjadi pondasi yang kuat untuk mencapainya,” tutupnya.
Kegiatan MPLS ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan proses penting dalam membentuk identitas awal siswa.
Kepala Sekolah menambahkan, melalui pendekatan edukatif, religius, dan ekspresif, SMA Khadijah menanamkan prinsip bahwa pendidikan adalah proses menyeluruh untuk membentuk generasi yang tangguh, cerdas, dan bermoral.
>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id


















