Pendidikan

Capai Ratusan Juta Pungutan Purnawiyata di SMPN 1 Sumbergempol

177
×

Capai Ratusan Juta Pungutan Purnawiyata di SMPN 1 Sumbergempol

Sebarkan artikel ini
SMP Negeri 1 Sumbergempol.
Kanan surat yang akan di layangkan ke Kejati Jawa Timur, sebelah kiri hasil percakapan Grup whatsapp Wali Murid SMPN 1 Sumbergempol Tulungagung

BERITABANGSA.ID, TULUNGAGUNG – Tradisi perpisahan sekolah atau Purnawiyata membuat sebagian wali murid terbebani. Terkini, dialami wali murid SMPN 1 Sumbergempol.

Pungutan di luar aturan diberlakukan pihak lembaga sekolah melalui Komite Sekolah SMPN 1 Sumbergempol, melalui grup WhatsApp (WA) wali murid, tanpa undangan rapat semua wali murid kelas IX.

Di WA grup iuran dipatok Rp320.000. Untuk jatuh tempo akhir pembayaran sebelum hari H. Berikut isi WA nya.

“Assalamualaikum bapak/ibu wali murid..Hari ini saya dan bendahara mewakili “panjenengan sedoyo” (Anda semua) hadir dalam rapat di sekolah membahas tentang penilaian akhir tahun (PAT) dan purnawiyata…untuk PAT dilaksanakan tanggal 4-13 Mei 2024. Dan untuk Purnawiyata dilaksanakan tanggal 28 Mei 2024. Dan untuk biaya Purnawiyata Rp320.000 per anak, pembayaran dimulai hari Senin bisa langsung di loket.”

Wali murid membayar iuran Purnawiyata diharapkan sudah lunas sebelum hari H.

Mendengar itu, Viki, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rakyat Muda Bekerja (Raja) Jumat (17/5/2024), menyesalkan iuran itu.

Jika dihitung kelas IX ada 11 kelas dan tiap kelas ada 33 murid, jika per murid bayar Rp320.000 maka totalnya adalah Rp10.560.000 lalu dikali 11 kelas jadi Rp116.160.000.

Viki menyesalkan tidak ada transparansi dalam penggunaan dan pengumpulan iuran itu, dan alokasi untuk apa.

“Seharusnya ada Rencana Anggaran Belanja (RAB). Agar semua wali murid kelas IX itu tahu. Jika acara perpisahan dilakukan pihak tersebut digunakan untuk apa saja.

“Jumlah hasil iuran kelas IX itu sungguh sangat besar dan melebihi apalagi acara hanya diadakan hanya di halaman sekolah,” beber Viki.

Kepala Sekolah SMPN 1 Sumbergempol, Herry Purnawirawan, dikonfirmasi Kamis (16/5/2024) mengaku tidak bersalah dan tidak tahu menahu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *