Hijaunya perbukitan yang ada di kawasan Gunung banyak yang bilang itu bukit Teletubbies karena bukit-bukit yang hijau yang menyerupai bukit yang ada di film Teletubbies.
Perjalanan menuju padang savana itu melewati lautan pasir dengan tidak ada satu pohon sekalipun rumput saat melewati padang pasir yang ada hanya hamparan pasir yang sangat luas.
Cuaca yang terik dan cerah menghangatkan tubuh setelah tubuh kedinginan saat melihat matahari terbit di penjanjakan satu karena satu hal yang wajib diketahui adalah suhu udara di puncak Gunung Bromo dapat berkisar antara 2º hingga 20º Celcius.
Padang pasir ini biasa disebut kawasan padang pasir berbisik. Begitu luasnya kawasan ini diikuti tiupan angin kencang, membuat suara desiran pasir seolah berbisik.
Melihat Kawah Gunung Bromo yang masih aktif di dalamnya serta hamparan pegunungan di sekitar Gunung Bromo itulah yang pesona indah kawasan ini, mengundang minat untuk melihat dari dekat.
Terdapat banyak kuda ketika sampai di padang savana, padang pasir, dan kawah Bromo. Wisatawan dapat menaiki kuda tersebut dengan membayar sebesar Rp25.000.
Kuda ini digunakan untuk mengantar wisatawan berkeliling padang savana dan padang pasir.
Jika ingin menuju ke kawah Bromo, wisatawan menaiki kuda dengan membayar Rp150.000 berbeda saat berada di padang savana dan padang pasir atau berjalan kaki kurang lebih sekitar 1,5 km.
Di sini untuk sampai di anak tangga menjulang sebanyak 250 anak tangga jalan yang dilewati berpasir dan melewati pura suci suku Tengger, tempat upacara Yadya Kasada atau Upacara Kasodo.
Masyarakat suku Tengger mempercayai bahwa Kawah Bromo asalnya dari letusan Gunung Tengger.
Gunung Bromo sudah menjadi ikon wisata pegunungan di Indonesia yang layak dinikmati dengan sejuta pesona pemandangan yang elok dipandang oleh mata.
Karena itu banyak wisatawan yang berkunjung menikmati pemandangan yang ada. Wisatawan ini berasal dari domestik hingga mancanegara.


















