Advertorial

Sambut Era Digitalisasi, Diskominfo Bondowoso Gandeng KKN Unej Bina Komunitas Informasi Masyarakat

582
×

Sambut Era Digitalisasi, Diskominfo Bondowoso Gandeng KKN Unej Bina Komunitas Informasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Kominfo Bondowoso
Kominfo Bondowoso bersama Komunitas Informasi Masyarakat usai pembinaan

BERITABANGSA.ID – BONDOWOSO – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bondowoso melakukan pembinaan terhadap paramuda pegiat informasi masyarakat. Pembinaan dilakukan untuk memerangi berita hoaks atau kabar bohong.

Pembinaan yang dilakukan terhadap Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) tersebut dilakukan dengan menggandeng mahasiswa KKN Universitas Jember.

Acara itu dilakukan dengan terjun ke masyarakat desa langsung, yakni Desa Karanganyar, Kecamatan Klabang, Bondowoso.

Hadir di acara tersebut segenap unsur masyarakat desa setempat serta mahasiswa KKN.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Bondowoso, Ghozal Rawan, mengatakan, pembinaan ini dilakukan sesuai visi dan misi Bupati Bondowoso.

“Yakni menumbuh kembangkan pastisipasi masyarakat dan pembangunan,” jelasnya.

Selain itu, tembahnya, juga untuk memberi pemahaman pada masyarakat untuk lebih Arif dan bijaksana menyongsong era keterbukaan publik dan dunia digital.

“Era sekarang ini arus digitalisasi memang bak tsunami. Sehingga kita harus cermat menyikapinya. Karena jika tidak, kita malah berada di ruang yang salah di bidang informasi,” ucap Ghozal Rawan, Minggu (17/7/2023).

KIM merupakan kelompok yang dibentuk oleh masyarakat, dari masyarakat, dan untuk masyarakat, secara mandiri dan kreatif.

Diharapkan, pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah taraf kehidupannya.

KIM memiliki arti penting sebagai mitra pemerintah dan sebagai bagian dari jaringan sistem informasi nasional dalam deseminasi informasi dan penyerapan aspirasi masyarakat.

Pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat desa bertujuan memaksimalkan penyebaran informasi valid kepada masyarakat desa untuk menghindari kabar bohong atau hoax.

Diharapkan, para warga desa dapat memanfaatkan penggunaan alat komunikasi digital dengan bijaksana. Sehingga penggunaan bahasa
gadget tidak sebatas untuk penggunaan sosial media, tapi dapat bermanfaat bagi kemajuan desa di bidang Iptek.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *