Terkini

Polemik Kerusakan Jembatan Bayemgede, DPRD Bojonegoro: Pasca-Acara, Safety Harus Segera Dibenahi

2
×

Polemik Kerusakan Jembatan Bayemgede, DPRD Bojonegoro: Pasca-Acara, Safety Harus Segera Dibenahi

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto. (Foto: Suyati / Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, BOJONEGORO – Polemik kondisi jembatan di Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, yang menjadi akses menuju lokasi kegiatan sound horeg mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, Selasa (8/9/2026).

Sukur menegaskan, pihaknya tidak mempersoalkan masyarakat yang ingin mencari hiburan, terlebih kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan. Namun, menurutnya, aspek keselamatan masyarakat tidak boleh diabaikan dalam penyelenggaraan sebuah kegiatan.

“Kita tidak melarang masyarakat itu untuk mencari hiburan. Apalagi acaranya rangkaian kegiatan 17 Agustus, memperingati hari kemerdekaan kan boleh. Tetapi hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan itu tidak boleh diabaikan,” tegas Sukur.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya informasi mengenai kondisi jembatan yang disebut sebelumnya sudah dalam keadaan rusak dan telah beberapa kali diajukan untuk mendapatkan pembenahan.

Di sisi lain, warga menyoroti rusaknya bagian samping jembatan yang disebut mengalami pembongkaran atau pengambilan material.

Menurut Sukur, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian karena bagian jembatan yang berubah atau material penyangga di sisi jembatan hilang dapat menimbulkan potensi kerawanan bagi masyarakat.

“Paling tidak pasca digunakan juga harus, panitia juga harus memperhatikan safety-nya,” ujarnya.

Sukur menilai kondisi fasilitas penunjang keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian, terlebih jembatan tersebut digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Mengingatkan, jangan sampai sebuah kegiatan hanya berorientasi pada kesenangan saat acara berlangsung, sementara aspek keselamatan setelah kegiatan justru terabaikan.

“Jangan sampai hanya mengejar kesenangan semata, tapi pasca itu hal-hal yang berkaitan dengan penunjang keselamatan jadi diabaikan,” kata Sukur.

Menurutnya, hilangnya atau berubahnya bagian sisi jembatan dapat menimbulkan potensi kecelakaan apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, ia mendorong agar kondisi tersebut segera diperbaiki atau setidaknya ditingkatkan kembali aspek keselamatannya.

“Ada sanksi, ya? Minta diperbaikilah atau meningkatkan kembali safety, menambah safety, keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.

Sukur menekankan bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian bersama, termasuk setelah kegiatan selesai.

Apabila terdapat bagian fasilitas jembatan yang berubah akibat aktivitas persiapan maupun pelaksanaan kegiatan, menurutnya kondisi tersebut harus segera dibenahi agar tidak membahayakan masyarakat.

Dia juga menilai perlu ada kejelasan mengenai kondisi fasilitas tersebut, termasuk apakah perubahan yang terjadi memang berkaitan dengan kegiatan Sound Horeg atau merupakan kondisi kerusakan yang telah ada sebelumnya.

Sebab, persoalan utama yang harus dipastikan adalah keselamatan masyarakat yang menggunakan jembatan tersebut.

“Harus dipikirkan dan dibenahi caranya itu. Jangan sampai keselamatan pengguna jalan diabaikan,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, persoalan kondisi jembatan Bayemgede masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari pemerintah desa dan instansi teknis terkait, termasuk mengenai riwayat pengajuan perbaikan, kondisi jembatan sebelum kegiatan, serta penanganan terhadap bagian jembatan yang disebut mengalami perubahan.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60