Pendidikan

LPDP dan LPT PBNU Perkuat Sinergi Cetak SDM Unggul PTNU

21
×

LPDP dan LPT PBNU Perkuat Sinergi Cetak SDM Unggul PTNU

Sebarkan artikel ini
LPDP

Kerja sama strategis ini diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi dosen dan mahasiswa PTNU untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan PTNU dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, dan berkarakter.

Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, Ph.D, dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang menempuh pendidikan S2 dan S3 baru mencapai 0,53 persen dari usia produktif—tertinggal jauh dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang lima kali lipat lebih tinggi.

“Kita masih seperlima dari mereka. Padahal, untuk sumber daya manusia, kita tertinggal cukup jauh,” ungkapnya.

Dwi menjelaskan, pemerintah saat ini terus memperkuat dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP dan telah mencapai Rp 181 triliun.

“Sejak 2020, pendaftar beasiswa LPDP terus meningkat. Namun dari sekitar 50 ribu pendaftar, hanya 4.000 yang dapat dibiayai karena keterbatasan dana. Idealnya, kita membutuhkan sekitar Rp 1.000 triliun agar tak ada lagi hambatan biaya bagi masyarakat Indonesia yang ingin menempuh studi lanjut,” ujarnya.

Ia menambahkan, dunia industri dan kewirausahaan menjadi kunci kemajuan bangsa. LPDP menargetkan agar 25 persen lulusan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, mampu membangun industri dan lapangan kerja baru.

“Jika riset, inovasi, dan kegiatan ekonomi dijalankan secara masif oleh perguruan tinggi, maka Indonesia akan makmur dari Sabang sampai Merauke,” jelas Dwi.

Dalam arah kebijakan tahun 2026, LPDP akan fokus pada program yang berdampak nyata, dengan komposisi penerima beasiswa berbasis STEM sebesar 80 persen—yang terdiri dari 60 persen STEM murni dan 20 persen STEM adjektif—serta 20 persen non-STEM.

Dwi menganalogikan pemilihan bidang beasiswa seperti seseorang yang masuk ke warung tegal dengan beragam pilihan menu.

“Jika Anda memiliki ide atau bidang yang relevan dengan kebutuhan bangsa tapi belum tersedia dalam daftar, silakan ajukan di kategori General STEM. Kami membuka ruang untuk inovasi,” paparnya.

Menurut Dwi, informasi mengenai skema beasiswa 2026 ini baru disampaikan pada tiga kampus, termasuk Unusa. Ia menutup pemaparannya dengan memastikan bahwa pembukaan pendaftaran akan dilakukan dua kali, pada Januari dan Juni 2026.

“Esensinya tetap sama: mendukung kemajuan bangsa, memperkuat industri, dan sektor-sektor penopang peradaban, termasuk agama dan filsafat,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.id

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60