Pendidikan

Lebih 50 Persen Lulusan D-IV K3 Unusa Sudah Bekerja Sebelum Wisuda

1
×

Lebih 50 Persen Lulusan D-IV K3 Unusa Sudah Bekerja Sebelum Wisuda

Sebarkan artikel ini
UNUSA

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Lebih dari 50 persen mahasiswa Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) telah bekerja sebelum mengikuti wisuda. Fakta tersebut menjadi salah satu gambaran keterhubungan pendidikan yang ditempuh mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja.

Hal itu terungkap dalam wisuda ke-22 Unusa yang digelar Selasa (19/9/2026) siang. Dalam momentum tersebut, sejumlah lulusan Unusa diketahui telah memiliki pengalaman kerja bahkan sebelum mengenakan toga.

Pada Program Studi D-IV K3, lebih dari separuh mahasiswa tercatat telah bekerja sebelum diwisuda. Mereka juga telah dibekali Sertifikat Kompetensi Ahli K3 Muda dari LSP Unusa. Kondisi serupa terlihat di sejumlah program studi lain, termasuk S1 Gizi.

Mahasiswa D-IV K3 Unusa, Zulfi Ahmad Ruhan, mengatakan sejumlah mata kuliah yang ditempuh selama perkuliahan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja. Menurut dia, pembelajaran praktik juga diberikan secara detail oleh para dosen.

“Karena saya aktif di FMK3N (Forum Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional, red) jadi sering berbagi cerita dengan rekan-rekan dari kampus lain, dan ada beberapa mata kuliah di UNUSA itu tidak ada di kampus lain. Bahkan kampus negeri, jadi saya merasa beruntung bisa masuk di K3 UNUSA,” kata Zulfi.

Zulfi kini bekerja di salah satu perusahaan di Cikarang yang bergerak di bidang keramik dan kaca. Sementara itu, Naufal Bafiq Belvatrivano mengatakan Unusa juga memfasilitasi sertifikasi K3 bagi mahasiswa.

Menurut Naufal, fasilitas tersebut mempermudah mahasiswa mengikuti ujian sertifikasi tanpa harus mencarinya di luar kampus. Sertifikasi tersebut juga menjadi salah satu bekal yang membantu lulusan memasuki dunia kerja.

Naufal sendiri telah diterima bekerja di salah satu perusahaan batu bara di Kalimantan Utara meski belum memperoleh ijazah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa telah memasuki dunia profesional sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan.

Pengalaman serupa juga dialami Anis Nailun, wisudawan S1 Gizi Unusa. Lulusan D3 Gizi Politeknik Kesehatan Surabaya itu melanjutkan pendidikan melalui program alih jenjang S1 Gizi di Unusa.

Sejak awal perkuliahan, Anis mulai menyusun proposal skripsi setelah memperoleh dosen pembimbing. Tidak lama kemudian, ia mendapatkan kesempatan bekerja sebagai petugas gizi di bawah naungan Pemerintah Kota Surabaya.

Anis mulai bekerja pada Januari 2024. Ia sempat ditempatkan di Puskesmas Krembangan Selatan sebelum mengikuti rolling penempatan dari Dinas Kesehatan dan kemudian bertugas di Puskesmas Sidotopo Wetan.

Menjalani pekerjaan sekaligus menyelesaikan perkuliahan membuat Anis harus membagi waktu antara pekerjaan, kuliah, dan kegiatan praktik.

Salah satu pengalaman yang cukup menguras tenaga terjadi ketika ia menjalani PKL selama satu bulan di RS Bhayangkara.

Setiap hari setelah menyelesaikan pekerjaan di puskesmas sekitar pukul 14.30, Anis langsung melanjutkan kegiatan PKL di rumah sakit.

“Capek pasti, karena setelah pulang kerja jam setengah tiga, saya langsung lanjut PKL di rumah sakit. Itu berlangsung sekitar satu bulan, jadi memang harus pintar-pintar membagi waktu antara kerja dan kuliah,” ujar perempuan kelahiran 2001 tersebut.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 468x60