Terkini

Tak Harus Satu Organisasi, Tunas Muda Jurnalis Madiun Tunjukkan Solidaritas Seprofesi

4
×

Tak Harus Satu Organisasi, Tunas Muda Jurnalis Madiun Tunjukkan Solidaritas Seprofesi

Sebarkan artikel ini
Susanto, anggota Tunas Muda Jurnalis Indonesia yang sedang sakit akibat stroke yang dideritanya (Foto: Hernawan /Beritabangsa.id)

BERITABANGSA.ID, MADIUN – Solidaritas antar sesama insan pers kembali ditunjukkan di Kota Madiun. Tunas Muda Jurnalis Indonesia (TMJI) Kota Madiun memberi santunan kepada Susanto, jurnalis yang tengah menjalani perawatan dan pemulihan akibat sakit stroke.

Kepedulian tersebut diwujudkan dengan menyerahkan paket parcel buah dan bantuan uang santunan.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi bentuk bantuan, tetapi juga dukungan moral bagi Susanto dan keluarga agar tetap kuat menghadapi masa pemulihan.

TMJI merupakan wadah yang beranggotakan para jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo (PSHW-TM).

Meski berasal dari latar belakang media yang berbeda, para anggota TMJI dipersatukan oleh semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama rekan seprofesi.

Ketua TMJI Kota Madiun, Hernawan, mengatakan kepedulian terhadap sesama jurnalis merupakan salah satu nilai yang ingin terus dijaga oleh TMJI.

Menurutnya, organisasi tidak hanya menjadi tempat berhimpun, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat dan rasa persaudaraan.

“Kami ingin TMJI bukan hanya menjadi wadah berkumpulnya para jurnalis, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya rasa kepedulian. Ketika ada saudara dan rekan seprofesi yang sedang sakit atau mengalami kesulitan, kami merasa perlu hadir untuk memberikan dukungan,” ujarnya, Selasa (08/09/2026).

Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan mungkin tidak sebanding dengan perjuangan yang sedang dihadapi Susanto. Namun, kehadiran rekan-rekan seprofesi diharapkan dapat memberikan semangat dan menunjukkan bahwa Susanto tidak menghadapi masa sulit seorang diri.

“Besar kecilnya bantuan bukan menjadi ukuran. Yang terpenting adalah perhatian, doa dan semangat dari saudara-saudara sesama jurnalis. Kami berharap Pak Susanto segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali beraktivitas,” tambahnya.

Menariknya, aksi solidaritas tersebut juga mendapat perhatian dari wartawan Heri Anggorowati. Meski tidak tergabung sebagai anggota TMJI, ia turut hadir dan memberikan bantuan kepada Susanto.

Heri Anggorowati yang juga merupakan warga pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Madiun mengaku tergerak untuk ikut dalam kegiatan tersebut setelah mengetahui adanya agenda menjenguk rekan seprofesi yang sedang sakit.

“Kita semua saudara, tidak membedakan dari organisasi mana. Yang terpenting kita satu profesi dan memiliki rasa kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Ia mengaku awalnya tidak mengetahui adanya agenda tersebut. Namun, setelah bertemu dengan Ketua TMJI dan mengetahui rencana menjenguk Susanto, dirinya langsung memutuskan untuk ikut tanpa berpikir panjang.

“Awalnya saya tidak tahu. Begitu ketemu Pak Ketua ternyata ada agenda untuk menjenguk saudara Susanto. Tanpa pikir panjang saya langsung ikut menjenguk. Meski saya bukan anggota TMJI, tetapi persaudaraan dan solidaritas harus tetap dijaga,” ungkapnya.

Kehadiran Heri Anggorowati dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial tidak harus dibatasi oleh sekat organisasi. Perbedaan wadah bukan alasan untuk menghilangkan rasa persaudaraan, terutama ketika yang dihadapi adalah sesama rekan seprofesi yang sedang membutuhkan dukungan.

Melalui kegiatan tersebut, TMJI Kota Madiun berharap semangat solidaritas di kalangan insan pers terus terjaga. Di tengah dinamika dan kesibukan dunia jurnalistik, nilai kemanusiaan, kepedulian, dan persaudaraan diharapkan tetap menjadi ikatan kuat yang menyatukan para jurnalis, tanpa memandang organisasi maupun latar belakangnya.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60