Terkini

Kepuasan Publik Terhadap Kepemimpinan Subandi-Mimik Turun 14,3 Persen, Gerindra Anggap Sebagai Warning

1
×

Kepuasan Publik Terhadap Kepemimpinan Subandi-Mimik Turun 14,3 Persen, Gerindra Anggap Sebagai Warning

Sebarkan artikel ini
Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo menanggapi turunnya angka kepuasan publik terhadap pemerintahan Subandi-Mimik

BERITABANGSA.ID, SIDOARJO – Hasil survei terbaru dari lembaga Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) menunjukkan adanya tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan pasangan Subandi – Mimik (BAIK) di Kabupaten Sidoarjo angkanya mencapai 14,3 persen.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sidoarjo, Ahmad Muzayyin Syafrial menilai hasil survei itu, harus disikapi secara bijak sebagai alarm peringatan dini (early warning system), bukan bahan untuk saling menyalahkan.

Muzayyin membeberkan angka kepuasan masyarakat saat ini berada di angka 70,6 persen. Meski angka itu, masih menunjukkan modal kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah, pergerakannya menunjukkan tren penurunan yang signifikan secara bertahap. Rinciannya pada 100 Hari Pertama keputusan mencapai 84,9 persen, kemudian 6 bulan menurun menjadi 80,5 persen, dilanjutkan masa 1 tahun menurun lagi menjadi 71,8 persen dan masuk selama 1,5 tahun atau saat ini mala menurun lagi menjadi 70,6 persen.

“Secara kumulatif, terjadi penurunan sebesar 14,3 persen poin. Penurunannya memang cukup besar, tetapi ini menjadi bahan evaluasi kami bersama ke depannya,” kata Ahmad Muzayyin Syafrial. Senin, (07/09/2026).

Menurut Muzayyin, sebagai partai pengusung, Partai Gerindra tidak akan tinggal diam atau berpura-pura tidak melihat pergeseran persepsi publik itu. Baginya, angka 70,6 persen memang masih menunjukkan modal kepercayaan saja. Akan tetapi, yang lebih penting untuk diperhatikan bersama adalah pergerakannya.

“Penurunan 14,3 persen ini harus menjadi peringatan dini untuk melakukan evaluasi total, bukan dijadikan bahan saling menyalahkan,” jelas Ahmad Muzayyin yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Gerindra Sidoarjo ini.

Selain menyoroti penurunan kepuasan publik, Fraksi Partai Gerindra Sidoarjo juga menyoroti transparansi metodologi lembaga survei. Muzayyin mencermati adanya perbedaan pembacaan data. Yakni komposisi sangat puas (8,3 persen), puas (35,2 persen) dan cukup puas (25,9 persen) jika dijumlahkan menghasilkan 69,4 persen, sedikit berbeda dari angka agregat 70,6 persen yang dipublikasikan.

“Karena itu, kami mendorong adanya klarifikasi metodologis secara terbuka agar publik mendapat informasi yang akurat dan benar,” tegas Muzayyin.

Pria yang juga mantan aktivis PMII itu menambahkan, ketidakpuasan masyarakat yang tertangkap dalam survei menyasar sejumlah sektor krusial. Seperti persoalan ketenagakerjaan/pengangguran, pendidikan serta koordinasi antar-Perangkat Daerah (OPD).

“Sudah setahun lebih pemerintahan berjalan, masyarakat tidak lagi hanya menunggu janji atau rencana. Mereka mulai menilai hasil nyata. Karena itu, persepsi publik ini harus dipadukan dengan data kinerja objektif mulai dari angka pengangguran, efektivitas penanganan banjir, pelayanan publik hingga realisasi anggaran,” jlentrehnya.

Sebagai partai pengusung pemerintah Subandi-Mimik, Partai Gerindra menegaskan posisinya untuk tetap berdiri bersama rakyat, mendukung program Pemkab Sidoarjo sekaligus menjalankan fungsi pengawasan dan koreksi secara konstruktif.

“Kita sebagai partai pengusung bukan berarti membenarkan seluruh kebijakan, dan mengkritik bukan berarti meninggalkan pemerintahan. Partai Gerindra mendorong Bupati dan Wakil Bupati untuk segera melakukan akselerasi dan evaluasi program prioritas. Program yang belum mencapai target harus diperbaiki, yang lambat dipercepat dan yang tidak memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sidoarjo harus dievaluasi total,” pungkas Muzayyin.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60