Pendidikan

Pemulihan Pascabencana NTT, ITS Kerahkan Tim Ahli Infrastruktur dan Teknologi Deteksi Dini

1
×

Pemulihan Pascabencana NTT, ITS Kerahkan Tim Ahli Infrastruktur dan Teknologi Deteksi Dini

Sebarkan artikel ini
ITS
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD (empat dari kiri) secara simbolik serah terima bantuan kemanusiaan dengan Ketua YMI ITS Ir Triyanto (lima dari kanan)

BERITABANGSA.ID, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengirimkan bantuan kebutuhan pokok serta Satgas Kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (31/8/2026).

Pengiriman tahap kedua ini mencakup dukungan logistik, layanan psikososial, hingga upaya pemulihan infrastruktur melalui pendekatan teknologi berkelanjutan.

Bantuan tersebut telah dikirimkan sejak Kamis (27/8/2026) sebagai bentuk kepedulian ITS terhadap masyarakat yang masih berada dalam kondisi darurat. Aksi kemanusiaan ini diperkuat melalui kolaborasi Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS, serta Ikatan Alumni (IKA) ITS.

Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi berbasis keilmuan untuk membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Menurut dia, tim pakar satuan tugas telah dikerahkan untuk melakukan pendampingan perbaikan fasilitas infrastruktur, mulai dari dermaga, jalan, hingga jembatan yang menjadi penghubung antarwilayah.

“Karena perguruan tinggi menghadirkan solusi tepat dan nyata bagi masyarakat dan wilayah terdampak agar cepat bangkit,” ujar Bambang.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS Fadlilatul Taufany ST PhD menyampaikan, pada tahap kedua ini ITS akan memfokuskan penanganan di lima daerah yang mengalami dampak paling besar. Beberapa wilayah yang menjadi sasaran antara lain Kabupaten Sikka, Ende, serta Nagekeo.

Melalui dukungan IKA ITS, ITS menyalurkan anggaran sebesar Rp400 juta dalam bentuk kebutuhan logistik, seperti tenda darurat dan selimut. Selain itu, ITS juga menyediakan paket tas senilai Rp120.000 yang berisi obat, vitamin, kebutuhan pokok, serta hygiene kit bagi masyarakat terdampak.

Selain bantuan logistik, Satgas Kemanusiaan ITS turut mengoperasikan dapur umum terbatas di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Fasilitas tersebut mampu menyediakan sekitar 250 porsi makanan setiap hari bagi warga yang terdampak bencana.

Satgas ITS juga menghadirkan kegiatan trauma healing sebagai bagian dari dukungan pemulihan psikologis masyarakat, khususnya korban yang masih menghadapi dampak pascabencana.

Koordinator Tim Infrastruktur Satgas Kemanusiaan ITS Dr Ir Mudji Irmawan menyebut, tim telah memperoleh gambaran kondisi infrastruktur di lapangan melalui proses asesmen. Hasil tersebut menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi serta kebutuhan penanganan pada tahap berikutnya.

“ITS berupaya menghadirkan solusi jangka panjang untuk memperkuat resiliensi wilayah NTT dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang,” kata Mudji yang juga merupakan dosen Departemen Teknik Sipil ITS.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS Hepi Hapsari Handayani ST MSc PhD menyampaikan bahwa aspek teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung penanganan korban bencana di NTT.

Bersama timnya, Hepi merancang pengembangan rumah tahan gempa, sensor deteksi dini, serta prototipe drone untuk pemetaan kerusakan bangunan.

Ia menjelaskan, prototipe teknologi dan modul bangunan tersebut dirancang agar dapat diterapkan dengan mudah oleh tenaga lokal secara ekonomis dan efektif. Pengembangan tersebut juga didukung penggunaan sensor berbiaya rendah serta prototipe deteksi kerusakan yang sebelumnya telah dilaporkan.

“Hal ini didukung dengan penggunaan sensor berbiaya rendah (low cost) serta prototipe deteksi kerusakan yang pernah sudah dilaporkan,” pungkas Hepi yang merupakan pakar dari Departemen Teknik Geomatika ITS.

Upaya Satgas Kemanusiaan ITS tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ketiga mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui layanan kesehatan serta pemulihan psikososial.

Program tersebut juga berkaitan dengan SDGs poin ke-11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur tangguh bencana, serta poin ke-17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penanganan bencana di NTT.

>>> Ikuti saluran whatsapp beritabangsa.id
Example 300250Example 468x60